Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi memberikan apresiasi mendalam bagi para nasabah. Dia menilai, ibu-ibu Mekaar adalah pahlawan keluarga dan pahlawan bangsa.
"Kita harus apresiasi perempuan ini yang tidak akan diam untuk urusan keluarga, akan melakukan yang terbaik," katanya.

Senada dengan hal itu, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyoroti peran nyata nasabah Mekaar sebagai representasi perempuan berdaya di Indonesia.
"Ibu-ibu Mekaar ini contoh perempuan berdaya dan kontributor terhadap roda ekonomi Indonesia. Tingkat partisipasi perempuan di angkatan kerja, termasuk pengusaha, juga meningkat ke 56 persen, dan 32 persennya adalah pengusaha, contohnya ya ibu Mekaar ini," ujarnya.
Melalui kick off ini, BPS, Kemen PPPA, dan PNM berkomitmen memastikan data Sensus Ekonomi 2026 benar-benar merepresentasikan kontribusi perempuan pengusaha ultra mikro di seluruh Indonesia, sehingga kebijakan pemberdayaan yang lahir setelahnya semakin akurat, inklusif, dan berpihak pada perempuan. Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi model kerja sama lintas kementerian dan lembaga dalam mendorong perempuan Indonesia semakin berdaya dan mandiri secara ekonomi.