AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26855.30
0.67%
+177.50
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

ID Food Akan Distribusikan Minyak Goreng Curah Rp14 Ribu di 5.000 Titik

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Minggu, 15 Mei 2022 10:48 WIB
Kementerian BUMN menargetkan distribusi minyak goreng curah harga Rp 14.000 liter di 5.000 titik di pasaran.
ID Food Akan Distribusikan Minyak Goreng Curah Rp14 Ribu di 5.000 Titik. (Foto: MNC Media)
ID Food Akan Distribusikan Minyak Goreng Curah Rp14 Ribu di 5.000 Titik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian BUMN menargetkan distribusi minyak goreng curah harga Rp 14.000 liter di 5.000 titik di pasaran. Pilot project ini akan direalisasikan Holding BUMN Pangan atau ID Food.

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury menjelaskan pilot project ke 5.000 titik ini akan dilaksanakan Holding BUMN Pangan bersama anak usahanya di sektor Perdagangan yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan Rajawali Nusindo.

“Target pilot project distribusi minyak goreng curah harga Rp.14.000 per liter akan didistribusikan ke 5.000 titik lokasi yang tersebar seluruh Indonesia sinergi BUMN dan Kementerian Perdagangan, Kementerian terkait hingga private sector," ujar Pahala dikutip Minggu (15/5/2022).

Pilot project distribusi minyak goreng ke 5.000 titik lokasi, lanjut dia, ditargetkan terlaksana mulai saat ini. Perdananya dilakukan di titik lokasi DKI Jakarta dan sekitarnya.

Ditargetkan hingga akhir Mei 2022 terdistribusi ke 5.000 titik lokasi pasar tradisional lainnya diantaranya wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, NTB, Kalimantan dan Sulawesi.

Pahala juga meminta BUMN Pangan mengembangkan market dengan menggandeng pengusaha kecil dan pengecer untuk mendistribusikan minyak goreng. Langkah ini sekaligus meningkatkan peran BUMN dalam menjaga pasokan pangan di dalam negeri.

Artinya, peran para pengecer minyak goreng yang menjadi kepanjangan BUMN Pangan saat penyediaan pasokan minyak goreng.

“Tidak hanya Pedagang maupun Pengusaha skala besar, para pengecer atau warung - warung bahkan Usaha Mikro Kecil pun bisa menjadi mitra BUMN dalam pendistribusian minyak goreng," ungkapnya.

Diakuinya, isu minyak goreng saat ini tidak hanya soal kelangkaan, melainkan upaya stabilisasi harga sesuai ketetapan pemerintah bahwa minyak goreng curah sebesar Rp14.000 per liter, mengingat masih banyak para pengecer maupun warung kecil yang masih menjual diatas HET.

“Di sinilah peran BUMN dalam menggandeng pengecer agar masyarakat dengan mudah mendapatkan minyak goreng dan harga terjangkau," tutur Pahala.

Holding BUMN Pangan juga diharapkan menyiapkan aplikasi platform khusus pengembangan aplikasi Warung Pangan. Tujuannya, memastikan pendistribusian minyak goreng secara online dan melakukan monitoring keterjangkauan harga minyak goreng Rp14.000 per liter sampai ke tingkat konsumen maupun masyarakat.

“Realisasi program distribusi minyak goreng ini merupakan salah satu upaya BUMN dalam mewujudkan visi kedaulatan pangan nasional," kata dia. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD