AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

IHSG Melemah, Analis: Hasil Rapat The Fed Pengaruhi Pergerakan Pasar Domestik

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Rabu, 17 Maret 2021 11:32 WIB
Hasil rapat Federal Reserve System (The Fed) terkait kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat pasti akan berpengaruh untuk pergerakan bursa dalam negeri.
IHSG Melemah, Analis: Hasil Rapat The Fed Pengaruhi Pergerakan Pasar Domesti (FOTO: MNC Media)k

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada pembukaan perdagangan pagi hari ini (17/3/2021). IHSG tertekan 0,09% berada di level 6.303. 

Praktisi pasar modal Kefas Evander menjelaskan, hasil rapat Federal Reserve System (The Fed) terkait kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat pasti akan berpengaruh untuk pergerakan bursa dalam negeri. 

“Kalau melihat global dari dulu kalau The Fed mengumumkan sesuatu itu pasti ada efeknya ya. Terutama efek jangka pendek mungkin market akan panik, market akan euforia, nah itu bisa saja terjadi,” jelasnya dalam Market Opening IDX Channel, Rabu. 

Menurut dia, mengingat pergerakan IHSG selama dua minggu terakhir yang cenderung bergerak sideways, market mungkin memang lebih banyak membutuhkan sentimen positif. 

“Kita lihat pergerakan IHSG kita kan selama dua minggu terakhir ini kan cenderung bergerak sideways, memang mungkin lebih banyak butuh sentimen. Nah kita kan juga ga tau ya hasil meeting dini hari nanti seperti apa. Kalau memang kebijakannya dibilang bagus mungkin bisa euforia, tapi kalau engga mungkin akan sentimen negatif,” ujar Kefas. 

Untuk saat ini, IHSG berada pada fase sideways. Hal ini terlihat terutama sejak bulan Februari di mana indeks sangat sulit untuk menembus level 6.400. 

“Nah jadi kalau level 6.400 ini belum bisa terlewati, maka IHSG kita pergerakannya akan di sini-sini saja. Jadi, level kritisnya kalau IHSG kita mau bergerak naik atau uptrend itu harus bisa bertahan di atas 6.400,” papar Kefas. 

Dia kemudian merekomendasikan beberapa saham yang bisa menjadi pertimbangan para investor. Saham-saham tersebut yaitu, GJTL, AUTO, HEAL, dan LSIP.  (sandy)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD