AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

IKN Baru Segera Terealisasi, Pengusaha Menanti Sosialisasi Aturan Bisnis

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Sabtu, 22 Januari 2022 19:16 WIB
Usai lokasi ibu kota negara (IKN) baru disahkan oleh DPR, kini para pengusaha tengah menanti sosialisasi aturan bisnis teranyar.
IKN Baru Segera Terealisasi, Pengusaha Menanti Sosialisasi Aturan Bisnis. (Foto: MNC Media)
IKN Baru Segera Terealisasi, Pengusaha Menanti Sosialisasi Aturan Bisnis. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Usai lokasi ibu kota negara (IKN) baru disahkan oleh DPR, kini para pengusaha tengah menanti sosialisasi aturan bisnis teranyar. Salah satunya adalah menyangkut peluang usaha dan investasi beserta persyaratan, perizinan dan mekanismenya.

Sehingga dengan adanya itu, para pengusaha dapat mempersiapkan diri pada sektor yang akan dimasukinya baik untuk jangka pendek, menengah, dan panjang sesuai dengan target pembangunan yang dicanangkan antara tahun 2020-2045. 

"Pelaku usaha berharap agar berbagai peluang kerja dan investasi di Ibu Kota baru ini, Pemerintah bisa lebih mengutamakan dan memberikan kesempatan kepada pengusaha dalam negeri," ungkap Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (22/1/2022).

Selain itu, lanjut Sarman, dengan perpindahan Ibu Kota ini dapat menciptakan pemerataan pertumbuhan ekonomi dikawasan tengah wilayah Kalimantan yang berdampak juga ke Kawasan timur dengan meningkatnya transaksi perdagangan antar wilayah. 

"Sehingga tidak lagi didominasi Pulau Jawa yang selama ini menguasai 57% pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya.

Ketua Pengusaha Pribumi ini menambahkan, untuk sektor-sektor tertentu yang membutuhkan teknologi tinggi dan modal besar baiknya dapat diberikan kepada investor asing dengan tetap diwajibkan bermitra dengan UMKM. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD