"Kemajuan tersebut kini dalam bahaya," katanya.
"Kita perlu mengingat bahwa beberapa negara berkembang telah bekerja sangat keras untuk mendapatkan kredibilitas pasar dan menekan spread. Hal itu dapat terhapus oleh kenaikan biaya pembayaran utang, yang dipicu peningkatan imbal hasil secara global oleh negara-negara maju," ujarnya.
(Wahyu Dwi Anggoro)