Pengoperasian RDMP Balikpapan ini menambah produksi solar, avtur, dan tambahan sedikit LPG. Sementara untuk produksi bensin, nafta blok, baru akan beroperasi pada Juni 2026.
Proyek RDMP Balikpapan memiliki nilai investasi mencapai USD7,4 miliar. Dari total tersebut, USD4,3 miliar berasal dari ekuitas, sedangkan USD3,1 miliar diperoleh melalui pinjaman yang didukung oleh Export Credit Agency (ECA).
Proyek ini akan meningkatkan ketahanan energi nasional, karena akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang sebanyak 100 ribu barel per hari. Sehingga kapasitas pengolahan menjadi 360 ribu barel per hari.
(NIA DEVIYANA)