Kemudian impor bahan baku penolong turun 1,46 persen menjadi USD153,20 miliar, begitu juga untuk impor barang konsumsi yang mengalami penurunan sebesar 2,02 persen sehingga menjadi USD20,01 miliar.
Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan asal impor, peningkatan nilai impor terjadi dari Jepang dan Amerika Serikat (AS). Untuk ASEAN dan Uni Eropa mengalami penurunan.
Adapun pada November 2025 saja, total nilai impor sebesar USD19,86 miliar atau naik 0,46 persen dibandingkan November tahun lalu.
Nilai impor migas secara bulanan sebesar USD2,86 miliar atau naik 11,19 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai impor nonmigas USD17 miliar dan mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 1,15 persen.
(NIA DEVIYANA)