IDXChannel - Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI), M. Herindra, menegaskan bahwa saat ini Pemerintah Indonesia tengah berupaya meningkatkan kapasitas industri sektor pertahanan, dengan target menjadi pemasok komponen alat bagi industri pertahanan global.
Pasalnya, sejauh ini Indonesia masih menjadi pengimpor produk-produk pertahanan.
"Jadi kami sedang mendorong agar kita tidak sekedar menjadi pasar atau pengimpor atas produk-produk industri pertahanan. Tapi juga menjadi pemasok," ujar Herindra, saaat hadir sebagai pembicara kunci, dalam Indo Defence Forum, Kamis (3/11/2022).
Menurut Herindra, target tampil sebagai pemasok itulah yang mendasari kebijakan Pemerintah Indonesia untuk menguatkan dua entitas usaha, yaitu BUMN dan BUMS, dalam sektor pertahanan.
Sebab, dikatakan Herindra, partisipasi swasta akan mendukung peran BUMN, utamanya karena kekuatan modal serta jejaring bisnis dan potensi sumber daya manusia yang dimiliki swasta.
Lebih lanjut disampaikannya, penguatan peran swasta ini tentu tidak serta merta membuat BUMN menjadi diam. Sebaliknya, penguatan atas peran BUMN telah pula dirumuskan saat Pemerintah Indonesia secara resmi membentuk holding pertahanan, DEFEND ID, atau Defence Industry Indonesia, yang mewadahi BUMN sektor industri strategis (BUMNIS) bidang pertahanan guna memperkuat program strategis industri pertahanan nasional.
“Pembentukan holding ini bersinergi dengan UU Cipta Kerja, hal mana tujuan akhirnya bermuara pada program prioritas pemerintah, utamanya mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik,” tegas Herindra. (TSA)