Dia lantas menekankan, pemerintah berkomitmen memperkuat daya saing manufaktur kakao lokal lewat akselerasi program hilirisasi demi menempatkan Indonesia sebagai hub grinding kakao skala dunia.
“Kemenperin terus mempercepat transformasi industri kakao melalui penguatan hilirisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan kemitraan antara petani dan industri, penerapan standar mutu, serta akselerasi implementasi prinsip keberlanjutan,” katanya.
Ditopang oleh kapasitas produksi nasional, Indonesia kini menyumbang sekitar 49 persen dari total volume pengolahan kakao di kawasan Asia. Porsi yang hampir mencapai separuh pasar regional ini menjadikan Indonesia sebagai pilar utama industri kakao Asia sekaligus memperkuat peran kawasan dalam peta perdagangan produk turunan kakao tingkat dunia.
(Dhera Arizona)