sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Inflasi Favorit The Fed Tembus 4,1 Persen pada Mei 2026, Peluang Kenaikan Suku Bunga Makin Tinggi

Economics editor Nia Deviyana
26/06/2026 07:30 WIB
Indikator inflasi pilihan Federal Reserve (The Fed) menunjukkan tekanan harga meningkat ke level tertinggi dalam tiga tahun.
Inflasi Favorit The Fed Tembus 4,1 Persen pada Mei 2026, Peluang Kenaikan Suku Bunga Makin Tinggi. Foto: Freepik.
Inflasi Favorit The Fed Tembus 4,1 Persen pada Mei 2026, Peluang Kenaikan Suku Bunga Makin Tinggi. Foto: Freepik.

“Dengan penurunan tajam sebesar 38,8 persen pada harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dari puncaknya di Mei, sangat mungkin inflasi mencapai puncaknya pada Mei, dan data inflasi Juni kemungkinan akan mencatat penurunan secara bulanan,” kata Kepala Ekonom di RSM, Joseph Brusuelas.

Namun, Brusuelas menilai inflasi inti tidak akan turun dengan mudah. Dia menunjuk pada inflasi sektor jasa yang masih tinggi, kenaikan harga barang akibat tarif, tekanan harga dari pembangunan infrastruktur AI, serta tekanan harga yang diperkirakan muncul akibat meningkatnya belanja pertahanan.

“Semua faktor tersebut akan menciptakan gambaran inflasi inti yang tetap menantang ke depan. Menentukan apakah suku bunga sebaiknya tetap dipertahankan atau justru dinaikkan menjadi keputusan yang cukup sulit mengingat dinamika inflasi saat ini,” kata dia.

Ekonom di Capital Economics, Thomas Ryan, juga menilai bahwa inflasi inti kemungkinan telah mencapai puncaknya pada Mei seiring memudarnya dampak tarif dan turunnya harga minyak yang diperkirakan menekan sejumlah komponen inflasi, termasuk tarif penerbangan. Meski demikian, dia memperkirakan inflasi inti baru akan mulai turun secara bertahap mulai Agustus.

Menurut Ryan, kondisi tersebut membuat The Fed hampir tidak memiliki pilihan selain memperketat kebijakan moneter di tengah kuatnya aktivitas ekonomi dan pasar tenaga kerja.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement