AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Inflasi Kaltim Capai 4,38 Persen, Lebih Tinggi dari Capaian Nasional

ECONOMICS
Dzulfikar Ash
Sabtu, 02 Juli 2022 08:52 WIB
Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Kalimantan Timur terus memperkuat sinergi dan aksi guna menjaga stabilitas inflasi di Kaltim
Inflasi Kaltim Capai 4,38 Persen, Lebih Tinggi dari Capaian Nasional (FOTO:MNC Media)
Inflasi Kaltim Capai 4,38 Persen, Lebih Tinggi dari Capaian Nasional (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami inflasi yang lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim pada Juni 2022 tercatat inflasi sebesar 0,47% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,59% (mtm). 

Namun demikian, pencapaian tersebut membuat inflasi tahunan Kaltim pada periode yang sama tercatat sebesar 4,38% (yoy), lebih tinggi dibandingkan capaian nasional yang berada pada 4,35% (yoy). 

Capaian inflasi tersebut menunjukkan, roda perekonomian Kaltim mulai menggeliat yang didukung kasus COVID yang terkendali diikuti meningkatnya permintaan masyarakat di tengah ketersediaan kebutuhan masyarakat yang belum pulih sepenuhnya. 

Berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi pada bulan Juni 2022 utamanya bersumber dari berlanjutnya peningkatan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau serta kelompok transportasi di tengah deflasi pada kelompok pakaian dan alas kaki.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Ricky P Gozali dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, Beberapa harga komoditas pangan mengalami peningkatan seiring dengan adanya gangguan produksi akibat cuaca dan hama. Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,34% (mtm).

"Komoditas cabai rawit dan bawang merah merupakan komoditas bahan pangan utama penyumbang inflasi Kaltim pada bulan Juni 2022. Kenaikan beberapa harga komoditas pangan tersebut utamanya didorong oleh adanya gangguan produksi di wilayah sentra luar Kaltim, akibat cuaca yang kurang kondusif dan faktor hama,"katanya.

Kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap ketersediaan komoditas tersebut bagi Kaltim Selain itu, kelompok transportasi kembali mengalami peningkatan harga meskipun lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Kelompok transportasi tercatat mengalami inflasi sebesar 0,65% (mtm) lebih rendah bulan sebelumnya mengalami inflasi sebesar 1,05% (mtm). 

Ricky menambahkan Inflasi tersebut utamanya disebabkan oleh peningkatan pada tarif angkutan udara seiring dengan kenaikan avtur dan momen libur sekolah di tengah semakin longgarnya berbagai pembatasan oleh pemerintah akibat kasus COVID-19 yang terkendali.

"Adapun untuk tarif angkutan udara mengalami peningkatan sebesar 5,59% (mtm) di bulan Juni 2022. Menyikapi kondisi tersebut dan dalam rangka pengendalian inflasi daerah,"terangnya.

Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Kalimantan Timur terus memperkuat sinergi dan aksi guna menjaga stabilitas inflasi di Kaltim. Pada bulan Juni 2022, kegiatan pengendalian inflasi daerah terus dilakukan tidak terkecuali menghadapi HKBN Idul Adha melalui berbagai kegiatan antara lain sidak dan operasi pasar secara berkala, pemantauan harga secara harian, serta membangun kerjasama antar daerah sentra produksi bagi komoditas inflasi di Kalimantan Timur. 

Disisi lain, upaya tersebut memerlukan dukungan masyarakat yang dapat diwujudkan melalui gerakan belanja bijak dan optimalisasi lahan pekarangan sebagai penyedia bahan pangan rumah tangga (cabe, sayuran dll) yang tentunya akan mendukung upaya menjaga stabilisasi harga komoditas inflasi menuju Kaltim Berdaulat.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD