AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Inflasi RI Lebih Rendah dari AS, Sri Mulyani Tetap Waspada Hadapi Goncangan

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Selasa, 23 November 2021 13:37 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menilai, inflasi yang terjadi di Indonesia saat ini masih terbilang berada dalam situasi yang cukup rendah.
Menkeu Sri Mulyani Indrawati menilai, inflasi yang terjadi di Indonesia saat ini masih terbilang berada dalam situasi yang cukup rendah.  (Foto: MNC Media)
Menkeu Sri Mulyani Indrawati menilai, inflasi yang terjadi di Indonesia saat ini masih terbilang berada dalam situasi yang cukup rendah. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menilai, inflasi yang terjadi di Indonesia saat ini masih terbilang berada dalam situasi yang cukup rendah. Terutama, jika dibandingkan dengan tingkat inflasi yang terjadi di negara-negara lain.

Adapun, , inflasi Indonesia saat ini berada di titik 1,7%, jika dibandingkan dengan inflasi yang terjadi di Amerika Serikat, Meksiko.

" Afrika Selatan yang berada di atas 6%, Turki 19%, atau bahkan Argentina yang mencapai 50%," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (22/11/2021).

Namun, alih-alih merasa lebih baik dibandingkan dengan inflasi yang terjadi di negara-negara tersebut, Sri Mulyani pun justru mengingatkan bahwa situasi semacam ini harus diperhatikan secara lebih hati-hati.

"Jadi bukan soal bahwa kita akan lebih baik. Tapi lebih menggambarkan kewaspadaan yang harus tetap ditumbuhkan," imbuhnya.

Sri Mulyani mengakui bahwa situasi global saat ini, tentunya menggambarkan situasi yang tidak mudah untuk dihadapi oleh kebanyakan negara.

Karenanya, dia pun memastikan bahwa strategi Indonesia ke depannya adalah bahwa kita semua harus siap untuk hidup dalam keadaan endemi Covid-19, sambil menggunakan momentum Covid-19 ini untuk terus melakukan reformasi.

Serta, lanjut Sri Mulyani, untuk terus memperkuat berbagai fondasi ekonomi Indonesia, sehingga semakin mampu menghadapi guncangan apapun.

"Tidak hanya (guncangan) COVID-19, tapi juga misalnya (guncangan) soal climate change dan dinamika global yang semakin tidak mudah," tandasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD