Lebih lanjut Dian mengatakan, semua program yang dilakukan Telkom tersebut merupakan bagian dari strategi TLKM 30 yang dirancang sebagai strategi transformasi jangka menengah hingga tahun 2030 untuk meningkatkan kinerja sekaligus daya saing Telkom sebagai enabler ekosistem digital yang berdaya saing global.
Tedapat empat pilar bisnis utama Telkom dari program tesebut, yakni pilar pertama B2C Business untuk mobile dan fixed broadband melalui Telkomsel; Kedua, B2B Infrastructure dengan melalui bisnis menara, fiber, data center hingga satelit: Ketiga, B2B internasional lewat Telin dan Pilar keempat B2B IT Services.
Sementara itu, Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba mengungkapkan, perseroan menargetkan spin-off bisnis fiber optik Telkom ke InfraNexia bisa mendongkrak pendapatan Telkom dari segmen jasa layanan fiber optik di luar Telkom.
"Saat ini, revenue Telkom dari jasa layanan fiber optik dari eksternal sekitar 15 persen. Setelah spin-off InfraNexia, kami targetkan naik menjadi 25 persen," kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)