AALI
9600
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
830
ADMF
8050
ADMG
173
ADRO
2970
AGAR
324
AGII
2030
AGRO
730
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1060
AKSI
296
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
212
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.09
-0.81%
-4.37
IHSG
6971.29
-0.64%
-44.77
LQ45
1002.80
-0.79%
-7.94
HSI
22124.19
-0.47%
-105.33
N225
26984.14
0.42%
+112.87
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,840
Emas
871,109 / gram

Ini Jurus Pemerintah Siapkan Masuk Fase Endemi

ECONOMICS
Kevi Laras
Minggu, 29 Mei 2022 09:27 WIB
Langkah pertama yaitu hidup berdampingan dengan Covid-19. Bukan adanya kebebasan tanpa aturan, justru dalam strategi awal ini jadi perubahan berproses.
Ini Jurus Pemerintah Siapkan Masuk Fase Endemi (FOTO:MNC Media)
Ini Jurus Pemerintah Siapkan Masuk Fase Endemi (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Saat ini, status Indonesia masih dalam proses transisi menuju endemi. Pemerintah pun memiliki 4 strategi, mempersiapkan memasuki fase endemi.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro. "Pemerintah telah mempersiapkan 4 strategi untuk memasuki fase baru," kata dr Reisa dalam siaran sehat di YouTube RRI Net Official, dikutip Minggu (29/5/2022)

Dalam penjelasannya, langkah pertama yaitu hidup berdampingan dengan Covid-19. Bukan adanya kebebasan tanpa aturan, justru dalam strategi awal ini jadi perubahan berproses. 

Aktivitas masyarakat dibatasi secara bertahap, guna mendorong terbentuknya hidup perilaku sehat. "Pertama hidup berdampingan dengam covid 19, yakni dengan mengurangi pembatasan aktivitas secara bertahap. Lalu mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat dan aman," katanya

Strategi kedua, pemerintah fokus untuk melindungi masyarakat yang berisiko terinfeksi. Dengan mengoptimalkan vaksinasi Covid-19 buat seluruh masyarakat. 

Dalam tahap ketiga, pemerintah siap menghadapi kondisi darurat. Bila terjadi kelonjakan yang signifikan, seperti kejadian sebelumnya. "Cara menggencarkan vaksinasi sesuai prioritas kelompok yang rentan. Kemudian menyusun strategi testimoni lebih spesifik," tambah dr Reisa.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD