AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Ini Strategi Pemerintah Sambut KTT G20 di 2022

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Sabtu, 27 November 2021 06:39 WIB
Dalam momen G20 diharapkan dapat menangkap minat global yang meningkat untuk berinvestasi di Indonesia dengan menciptakan peluang investasi yang selaras.
KTT G20 (Ilustrasi)
KTT G20 (Ilustrasi)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan strategi dan jurus pemerintah dalam menyambut Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di tahun 2022 mendatang. 

“Kita harus memanfaatkan momentum untuk membuka potensi Indonesia dan mempromosikan kemajuan pembangunan kita ke dunia untuk menyebutkan beberapa inisiatif tentunya,” kata Menko Luhut saat menjadi keynote di acara Presidensi Welcoming G20 secara Virtual, Jumat (26/11/202). 

Pertama, dari sektor pariwisata yang sangat terpukul oleh pandemi perlu ditekan dan terus digenjot selama KTT G20 dan acara pendukung kegiatan lainya. 

“Kedua, kita harus mendorong usaha mikro-kecil-menengah atau UMKM untuk menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi yang dapat kita fasilitasi promosinya,” tambahnya. 

Ketiga, masyarakat harus dapat mempromosikan inisiatif menuju pembangunan berkelanjutan, seperti transisi energi dan kendaraan listrik. 

“Diharapkan, dapat menurunkan risiko keberlanjutan yang dinilai oleh kelompok investor, mengurangi premi risiko yang mereka harapkan saat berinvestasi di Indonesia,” paparnya. 

Dengan demikian dalam momen G20 diharapkan dapat menangkap minat global yang meningkat untuk berinvestasi di Indonesia dengan menciptakan peluang investasi yang selaras dengan tujuan pembangunan nasional.

“Misalnya, pandemi Covid-19 telah menunjukkan kepada kita bahwa sektor farmasi di Indonesia memiliki beban yang signifikan terhadap bahan aktif farmasi yang diimpor. Selain itu, fasilitas kesehatan yang bergantung pada alat kesehatan impor menghambat pembangunan kesehatan masyarakat. Dengan demikian, kita dapat menciptakan peluang kerjasama di bidang ini,” paparnya.

Menurut Luhut, terlepas dari pandemi, pengabdian global terhadap kehidupan yang lebih berkelanjutan dan sumber energi yang lebih hijau. 

“Sebagaimana disepakati bersama dalam Perjanjian Paris akan diturunkan ke dalam target investasi dan diarahkan ke inisiatif dan sektor terkait. Mereka termasuk energi terbarukan, infrastruktur hijau, konservasi keanekaragaman hayati, dan pelestarian lingkungan," urainya. 

Kedepan, Menko Luhut menyebutkan Pemerintah berencana untuk meluncurkan lembaga keuangan campuran global selama KTT G20. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD