Dia mengatakan sektor pariwisata cukup berdampak terhadap perekonomian. Setiap 1 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) diperkirakan mampu memberikan dampak Rp40 triliun terhadap Gross Domestic Product (GDP).
"Bisa dibayangkan kalau penambahannya 10 juta (wisman), itu berarti Rp400 (triliun) GDP. Jadi memang impact (dampak) ekonomi dari aviasi dan pariwisata ini sangat besar, dan bisa menghasilkan perputaran ekonomi yang besar bagi Indonesia," katanya.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan saat ini masih banyak antarperusahaan BUMN yang memiliki model bisnis yang sama. Hal ini dinilai kurang efisien dan menciptakan persaingan yang kurang baik antara perusahaan negara. Kedepan perusahaan negara yang bergerak di sektor yang sama akan digabung, seperti halnya yang tengah dilakukan untuk BUMN Karya.
Menurut Dony, dengan menggabungkan anak-anak perusahaan BUMN bergerak di sektor yang sama maka bisa lebih membesarkan ukuran perusahaan. Selain itu bisa bekerja lebih fokus untuk membawa dampak ekonomi yang jauh lebih besar.
"Kita cukup melakukan merger dan akuisisi di antara perusahaan kita. Bahkan kita bisa melakukan penarikan modal, memindahkannya. Contoh misal kita punya 130 hotel yang tersebar di berbagai macam perusahaan, yang juga tidak dikelola secara profesional. Nanti kita akan tarik hotel-hotel itu menjadi satu holding hotel," kata Dony (19/6/2025).