AALI
9875
ABBA
324
ABDA
6600
ABMM
1435
ACES
1270
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3410
ADHI
835
ADMF
7625
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
348
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
157
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1115
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1300
ALKA
304
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.87
-1.14%
-5.85
IHSG
6655.17
-1.06%
-71.21
LQ45
949.49
-1.07%
-10.27
HSI
24656.46
-1.24%
-309.09
N225
27588.37
0.24%
+66.11
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
847,156 / gram

Insentif Pajak Bakal Ditarik, Mungkinkah Ekonomi Akan Terkonstraksi?

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Jum'at, 14 Januari 2022 14:05 WIB
Pemerintah akan semakin selektif dalam memberikan insentif pajak bagi para pelaku usaha, apakah tindakan itu dapat membuat ekonomi akan terkonstraksi?
Insentif Pajak Bakal Ditarik, Mungkinkah Ekonomi Akan Terkonstraksi? (Foto: MNC Media)
Insentif Pajak Bakal Ditarik, Mungkinkah Ekonomi Akan Terkonstraksi? (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah akan semakin selektif dalam memberikan insentif pajak bagi para pelaku usaha. Meski, langkah ini sendiri mampu mendorong geliat ekonomi yang sempat terpukul akibat pandemi Covid-19, tapi apakah tindakan itu dapat membuat ekonomi akan terkonstraksi?

Sektor manufaktur, perdagangan, pertanian dan pertambangan dinilai sudah cukup pulih. Sehingga, penyaluran insentif pajak akan difokuskan untuk sektor-sektor lain yang masih membutuhkan dukungan pemerintah, diantaranya sektor kesehatan, transportasi umum dan pariwisata.

Anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kebijakan Moneter dan Jasa Keuangan Ajib Hamdani mengatakan, indikator-indikator yang digunakan pemerintah untuk membuat sebuah kebijakan bersifat kuantitatif. Dari sektor manufaktur terlihat dari Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang selalu berada di atas 50 dalam beberapa bulan terakhir.

"Artinya bahwa ekonomi itu sudah mulai membaik dan sektor-sektor manufaktur akan terdorong positif terus. Makanya terjadi relaksasi di sektor ini," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (14/1/2022).

Sementara dari sektor pertanian dan perdagangan akan didorong oleh konsumsi masyarakat. Menurut Ajib, dengan jumlah penduduk sekitar 271 juta jiwa akan mendorong konsumsi domestik sehingga sektor pangan akan tumbuh. Sektor-sektor ini yang kemudian akan ditarik insentifnya oleh pemerintah karena relatif cukup kuat.

"Jadi penarikan insentif tidak akan membuat kontraksi ekonomi," jelasnya.

Ajib menuturkan, penyaluran insentif pajak untuk sektor kesehatan, transportasi umum dan pariwisata juga dinilai tepat. Sebab, kesehatan menjadi kunci untuk membangkitkan ekonomi lebih baik. Sementara sektor pariwisata dan transportasi masih harus berjuang karena adanya pembatasan maupun larangan yang dibuat oleh pemerintah,

"Jadi 3 sektor tersebut adalah sektor yang masih perlu ditopang oleh insentif sehingga bisa kembali betul-betul membaik di tahun 2023 nanti," tuturnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD