AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Intip Pesona Desa Wisata Kole Sawangan: Budaya Toraja hingga Kopi Pokko

ECONOMICS
Ahmad Haidir
Senin, 22 November 2021 07:48 WIB
Berikut kekayaan dan pesona Desa Wisata Kole Sawangan di Tana Toraja, Sulsel.
Intip Pesona Desa Wisata Kole Sawangan: Budaya Toraja hingga Kopi Pokko (Dok.MNC Media)
Intip Pesona Desa Wisata Kole Sawangan: Budaya Toraja hingga Kopi Pokko (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Desa Wisata Kole Sawangan, Tana Toraja, Sulawesi Selatan sangat layak untuk menjadi destinasi pariwisata unggulan. Potensi wisata itu juga berhasil dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat hingga membuat Desa Kole Sawangan ditetapkan sebagai salah satu dari 50 besar desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. 


Lokasi dan Rute Akses

Desa Kole Sawangan terletak di Kecamatan Malimbong Balepe’, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Apabila ingin berkunjung ke Desa Kole Sawangan, bisa menggunakan pesawat dan turun di Bandar Udara Toraja, 

Sesampainya di bandara, kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk bisa sampai di desa yang terletak di kaki Gunung Sado'ko ini yang dapat ditempuh dengan perjalanan darat. 

Keunikan dan Daya Tarik Wisata : Bangunan Adat Tertua Toraja

Kekuatan adat dan budaya menjadi daya tarik utama dari Desa Wisata Kole Sawangan. Seperti kawasan Toraja pada umumnya, di desa wisata ini wisatawan bisa menemui deretan Tongkonan atau rumah adat orang Toraja yang indah nan megah. Adapun Tongkonan merupakan rumah panggung tradisional masyarakat Toraja berbentuk persegi empat panjang. 

Namun keistimewaan Tongkonan di Desa Kole Sawangan adalah wisatawan dapat melihat salah satu Tongkonan tertua di Toraja!. Tongkonan tersebut awalnya dibangun pada tahun 1200 dan beratap batu. Namun pada tahun 1939, Tongkonan tersebut terbakar lantas baru dipugar 7 tahun kemudian. 

Melalui Tongkonan tersebut, wisatawan akan mendapatkan gambaran betapa bersahajanya masyarakat Toraja yang sangat menghormati budaya leluhur. 

Selain sebagai tempat tinggal, Tongkonan juga memiliki peranan kuat sebagai tempat rumpun keluarga dalam melaksanakan upacara-upacara yang berkaitan dengan sistem kepercayaan, sistem kekerabatan, dan sistem kemasyarakatan. 

Puas menyusuri bagian dalam, di bagian depan Tongkonan tertua tersebut wisatawan bisa melihat deretan tanduk kerbau yang terpajang. Tanduk kerbau itu merupakan simbol bahwa pemilik rumah adalah tuan yang sudah melakukan upacara “ rambu solo’ “ yaitu sebuah upacara pemakaman secara adat atau pesta sebagai tanda penghormatan terakhir kepada mereka yang telah meninggal dunia.

Tidak hanya itu, di Desa Wisata Kole Sawangan juga terdapat kuburan batu Saluliang. Ini juga merupakan salah satu kuburan batu tertua di Toraja yang berdiri sejak tahun 1215 dan masih digunakan sampai saat ini!. Batu-batu besar yang berjejer mengikuti kontur tanah itu dilubangi dan dipahat menjadi liang kubur. 

Kuburan batu ini memiliki liang terbanyak dari semua kuburan batu yang ada di Toraja yakni sebanyak 107 buah. Saluliang juga merupakan tempat pemujaan leluhur aluk todolo. Aluk Todolo sendiri merupakan agama leluhur nenek moyang suku Toraja.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD