Meski belanja negara meningkat cukup signifikan, Juda menegaskan kondisi fiskal masih terjaga. Defisit APBN hingga April 2026 tercatat sebesar 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), membaik dibanding posisi Maret 2026 yang mencapai 0,92 persen.
“Ini semua menunjukkan bahwa APBN kita ekspansif tetapi masih terukur. Jadi memang di dalam situasi global yang tidak mudah, kita harus menjaga dua-duanya,” kata Juda.
(DESI ANGRIANI)