AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Jadi Induk Holding Ultra Mikro, Ini Target BRI

ECONOMICS
Aditya Pratama
Kamis, 09 September 2021 19:43 WIB
Kementerian BUMN segera membentuk Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) menjadi induk holding. 
Jadi Induk Holding Ultra Mikro, Ini Target BRI (FOTO: MNC Media)
Jadi Induk Holding Ultra Mikro, Ini Target BRI (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian BUMN segera membentuk Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) menjadi induk holding. 

Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan, terciptanya Holding BUMN UMi bertujuan agar nasabah-nasabah usaha ultra mikro bisa didorong untuk naik kelas secara tersistem dan terstruktur, serta dapat ditracking perkembangannya.

"Jadi, value yang ingin diciptakan BRI adalah bahwa kita akan memberikan pertumbuhan yang sustain dan kemudian untuk menjaga pertumbuhan yang sustain itu maka kita mesti memastikan punya sumber-sumber pertumbuhan baru yang fix, dan kemudian penggabungan tiga perusahaan dalam satu koridor ekosistem akan memberikan kepastian sumber pertumbuhan baru bagi BRI secara grup ke depan, dan itu bagian dari value creation," ujar Sunarso dalam Public Expose Live 2021, Kamis (9/9/2021).

Nantinya, dua perusahaan anggota Holding BUMN UMi, yaitu Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) dapat melakukan berbagai kolaborasi seperti joint location, co-location, penggunaan IT bersama, hingga strategi cross sellong produk layanan.

"Untuk menjaga profitabilitas, saya kira yang paling utama adalah, satu, bahwa PNM dan Pegadaian menggunakan sumber dana tidak dari masyarakat langsung tapi dari perbankan atau capital market dengan instrumen, sumber dananya mahal. Kedua, menangani ultra mikro, itu kan tersebar dimana-mana, maka butuh orang banyak dan jaringan luas," kata dia.

Dengan didekatkannya sumber pendanaan yaitu BRI sebagai yang pertama, lalu proses digitalisasi baik yang dimiliki Pegadaian, PNM maupun BRI, maka dengan itu bisnis proses dan bisnis modelnya akan bisa diturunkan. 

"Satu adalah operational cost bisa diturunkan, kedua, operational risk bisa diturunkan," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan BRI, Viviana Dyah Ayu menuturkan, BRI akan meningkatkan profitabilitas anak perusahaan, dan akan menjadi salah satu pilar pertumbuhan BRI dalam lima tahun ke depan. Ada tiga hal bagaimana Perseroan mengelola profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.

"Yang pertama tentu adalah aspek governance, kita bersama-sama mengawal dari sisi governance, baik dari proses planning, budgeting, maupun performance management, itu pilar yang pertama," ucap Viviana.

Kedua, memonetisasi sinergi dengan seluruh anak perusahaan baik sinergi antara perusahaan anak dengan induk maupun antar perusahaan anak. Ini yang akan terus dikembangkan ke depan karena disanalah sebenarnya value added dapat direalisasikan.

"Ketiga adalah terus mengidentifikasi peluang pertumbuhan bagi perusahaan anak BRI baik secara organik maupun non organik," tuturnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD