AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Jadi Santapan Ramadan, Pesanan Mi Glosor Khas Bogor Meningkat Tajam

ECONOMICS
Putra Ramadhani/Kontri
Jum'at, 16 April 2021 19:44 WIB
Mi glosor, menjadi salah satu kuliner khas Bogor yang banyak diburu masyarakat khususnya ketika Ramadan.
Jadi Santapan Ramadan, Pesanan Mi Glosor Khas Bogor Meningkat Tajam. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Mi glosor, menjadi salah satu kuliner khas Bogor yang banyak diburu masyarakat khususnya ketika Ramadan. Rasanya yang unik, membuat mi ini memang cocok disantap ketika berbuka puasa.

Produsen mi ini perlahan mulai sirna di Bogor. Namun, ada tempat yang masih bertahan yakni mi glosor buatan Eman Sulaeman (50) di Jalan Aryadilaga, Pancasan Baru, Bogor Barat, Kota Bogor. Saat Ramadan seperti ini, permintaan mi glosor buatannya meningkat sangat tajam. Alhasil, Eman kewalahan memenuhi permintaan pasar.

Pantauan MNC Portal Indonesia, Jumat (16/4/2021), terlihat beberapa karyawan tengah sibuk membuat mi glosor. Mulai dari menyiapkan bahan baku, mengolah adonan hingga memasak mi untuk selanjutnya dimasukan ke dalam karung dan dipasarkan hingga ke Cianjur.

Jika hari-hari biasa sebelum pandemi Covid-19, permintaan mi glosor Eman berkisar 5 ton perhari. Tetapi, ketika pandemi sejak 2020 lalu sempat mengalami penurunan di angka 3 ton per hari.

"Nah sekarang di bulan Ramadan ini (permintaan) bisa sekitar 10-45 ton tapi karena SDM-nya terbatas, kita sanggup hanya 20 ton per hari," kata Eman, kepada wartawan di lokasi.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Eman mempekerjakan sebanyak 28 karyawan selama 24 jam penuh yang dibagi dua shift. Soal harga, memang sedikit mengalami kenaikan di mana per kilonya saat ini Rp 4.500 karena juga dipengaruhi bahan baku.

"Ramadan itu naiknya kurang lebih sekitar Rp 200-Rp 300 per kilo bahan baku. Kalau harga mi pasti naik, misalkan hari ini per kilonya naiknya Rp 500 rupiah. Dari Rp 4.000 jadi Rp 4,500 per kilo," jelasnya.

Usaha keluarga turun-temurun dari keluarganya sudah dilakoni Eman sejak tahun 1998 dari sang ayah. Pemberian nama mi glosor sendiri menurutnya karena teksturnya yang licin, berminyak dan kenyal sehingga glosor di ditenggorokan saat dimakan.

"Asal usulnya saya kurang tahu, saya nerusin dari bapak saya. Mungkin karena licin kali jadi disebut mi glosor cocok dimakan buka puasa," tutup Eman. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD