AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Jakarta Perpanjang PPKM Mikro, Anies: Perjuangan Masih Belum Usai

ECONOMICS
Bagja/Sindonews
Selasa, 06 April 2021 10:55 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk perpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 19 April 2021.
Jakarta Perpanjang PPKM Mikro, Anies: Perjuangan Masih Belum Usai. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk perpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 19 April 2021. Gubernur Anies Baswedan memandang kebijakan ini dilakukan karena perjuangan masih belum usai.

Anies Baswedan mengatakan ingin terjadi tren positif dalam menekan laju kasus positif Covid-19, agar bisa terus dipertahankan dengan memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 19 April 2021. 

"Perjuangan kita masih belum usai, prokes masih harus dipatuhi, kurangi mobilitas, serta cegah keramaian yang dirasa tidak perlu. Terlebih kita akan memasuki bulan Ramadan 1442 hijriah," kata Anies di akun Instagram miliknya, Selasa (6/4/2021). 

Dia berpesan agar warga Jakarta tetap beribadah dengan khusyuk meskipun masih dalam suasana Pandemi. "Jadikan Ramadhan ini sebagai momentum untuk terus meningkatkan imunitas sembari menjalankan ibadah puasa agar terhindar dari risiko keterpaparan," tutur Anies.

Perlu diketahui, semua sanksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan masih tetap berlaku. "Jika kamu menemukan pelanggaran PPKM di Jakarta segera laporkan melalui aplikasi JAKI," tutup mantan Mendikbud itu. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD