AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Jangan Copy Paste AS-China, Erick: RI Harus Punya Roadmap Pangan Sendiri

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Rabu, 12 Januari 2022 14:28 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir meminta agar Indonesia memiliki peta jalan atau roadmap pangan sendiri, sehingga tidak lagi mengikuti standar dari AS atau China.
Jangan Copy Paste AS-China, Erick: RI Harus Punya Roadmap Pangan Sendiri. (Foto: MNC Media)
Jangan Copy Paste AS-China, Erick: RI Harus Punya Roadmap Pangan Sendiri. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri BUMN Erick Thohir meminta agar Indonesia memiliki peta jalan atau roadmap pangan sendiri, sehingga tidak lagi mengikuti standar yang berlaku di Amerika Serikat (AS), apalagi China.

Usai meresmikan ID Food, Erick meminta agar Holding BUMN Pangan itu menyusun peta jalan berdasarkan kebutuhan pasar di Tanah Air. Hal itu sejalan dengan sumber daya alam (SDA) dan market dalam negeri yang dinilai potensial. 

"Kita harus punya roadmap Indonesia, bukan roadmap China, bukan roadmap Amerika, negara kita berbeda dengan negara lain," ujar Erick saat ditemui di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (12/1/2022). 

Menurutnya, Indonesia seyogyanya menjadi pemimpin dalam ekosistem pangan global. Penilaian itu didasarkan pada SDA dan pasar Tanah Air. Meski begitu, Erick tak menapikan Indonesia masih tertinggal dengan negara lain di sisi inovasi dan teknologi di sektor pangan. 

Bahkan, dia mengingatkan ekosistem pangan di dalam negeri akan tertinggal, bila Indonesia hanya menjadi market negara lain. Artinya, Erick menginginkan Indonesia membetuk ekosisten pangannya sendiri berdasarkan peta jalannya.

"Kalau kita tidak memperbaiki ekosistem kita, roadmap kita, ekosistem kita, market kita, tentu akan jadi kalah dengan ekosistem negara lain yang melihat Indonesia hanya sebagai market dan sumber daya alam yang baik," ungkap dia. 

Untuk menguatkan ekosistem pangan, Erick meminta semua pihak tidak mengedepankan ego sektoral. Sebab, ego tidak memberikan solusi atas permasalahan pangan yang terjadi. Justru, semua pihak harus memperkuat sinergisitasnya. 

"Apakah kita sekarang mau pilih mau masih ego sektoral yang tidak memberikan solusi kepada negara dan rakyat kita? Atau pilihannya hanya satu kita membuka hati kita, kita bergotong-royong membangun yang namanya ekosistem Indonesia," ucap dia.   

Untuk diketahui peluncuran brand baru Holding BUMN Pangan dengan sebutan ID Food di kawasan Kota Tua Jakarta pada, Rabu 12 Januari 2022 menjadi momentum penting atas upaya transformasi pangan Indonesia. Erick mencatat, salah satu tujuan Holding BUMN Pangan adalah memperbaiki tata kelola rantai pasok (suply chain) pangan guna mewujudkan ketahanan pangan nasional. 

Peluncuran ID Food usai pemegang saham mengalihkan saham (inbreng) lima BUMN di sektor pangan kepada PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI. Adapun ke 5 BUMN yang dimaksud, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Indonesia (Persero), PT Berdikari, dan PT Garam kepada. 

"Tentu kita tidak bicara seluruh Indonesia, kita bicara pihaknya kita dulu, perbaikan suply chain di pangannya BUMN. Kita mergerkan dari 8 perusahaan jadi 5. Kalau kurang kita mergerin lagi, kalau masih bandel kita mergerin lagi. tapi saya rasa 5 angka yang bagus," ungkapnya. 

Erick menegaskan, peluncuran brand nama dan logo baru Holding Pangan bukan semata simbolik belaka. Namun, menjadi awal dari upaya pemerintah mewujudkan kemandirian pangan nasional. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD