AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Jelang PPKM Level 3 saat Nataru, Polda Jabar Akan Perketat Aktivitas Warga

ECONOMICS
Agung bakti sarasa
Selasa, 30 November 2021 06:59 WIB
Pihaknya akan membatasi ketat ruang gerak warga saat penerapan PPKM Level 3
Jelang PPKM Level 3 saat Nataru, Polda Jabar Akan Perketat Aktivitas Warga (FOTO:MNC Media)
Jelang PPKM Level 3 saat Nataru, Polda Jabar Akan Perketat Aktivitas Warga (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 saat nataru, Keposian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) memastikan aktivitas warga bakal dibatasi ketat. 

Diketahui, pemerintah telah memutuskan penerapan PPKK Level 3 di seluruh Indonesia mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 mendatang untuk mencegah penyebaran COVID-19, khususnya saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).  

"Kita sudah mengetahui pemerintah membuat kebijakan bahwa dalam waktu dekat ini ada PPKM Level 3 dimana pembatasan untuk membatasi kerumunan itu sudah dilaksanakan. Terkait libur Nataru, kita tekankan kembali bahwa ada larangan melaksanakan kegiatan tersebut," tegas Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago, Senin (29/11/2021).  

Erdi menyatakan, pihaknya akan membatasi ketat ruang gerak warga saat penerapan PPKM Level 3. Pasalnya, kata Erdi, Jabar selama ini menjadi destinasi pavorit wisatawan, termasuk saat libur Nataru. Apalagi, sekitar 100 destinasi wisata tersebar di Jabar. 

"Kepolisian tetap membuat rencana pengamanan seperti tahun-tahun sebelumnya. Mengapa? karena jabar ini memiliki lebih dari 100 destinasi objek wisata," terang Erdi.  

Adapun upaya pembatasan akan dilakukan dengan membangun check point di sejumlah titik, seperti rest area maupun pintu tol, termasuk jalur-jalur tikus. Selain itu, pihaknya pun akan membangun gerai vaksinasi dan mengefektifkan aplikasi Peduli lindungi untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. 

"Kemudian, untuk objek wisata itu pun akan ditiadakan. Dari masalah arus lalu lintas, kita akan buka tutup. Mengapa (objek wisata) ditiadakan? karena kita sesuaikan dengan PPKM Level 3, itu ada pembatasan," tegasnya.  

Disinggung syarat yang harus dikantongi pelaku perjalanan, Erdi mengatakan, mengacu pada aturan yang sempat diberlakukan dalam penerapan PPKM, setiap pelaku perjalanan pun harus mengantongi syarat, seperti hasil tes bebas COVID-19 selain tentunya surat-surat kendaraan.  

"Kita akan memutarbalikkan (pelaku perjalanan), apabila situasi tidak mengizinkan. Ini kita tentunya lakukan secara humanis untuk mengimbau dan melindungi masyarakat," tutur Erdi.  

Erdi pun menegaskan bahwa pihaknya melarang keras pesta kembang api yang kerap dilakukan untuk merayakan tahun baru. Bahkan, pihaknya pun tak segan-segan melakukan razia dan memusnahkan kembang api untuk mencegah pesta kembang api.  

"Kembang api ditiadakan, tidak boleh ada. Kita melihat nanti, apakah ada informasi tersebut. Tentunya, jika ada, kita akan razia dan kita akan musnahkan (kembang api)," tegas Erdi lagi.  

Lebih lanjut Erdi mengatakan, saat ini, Polda Jabar beserta jajaran polres di seluruh wilayah Jabar telah melakukan langkah persiapan pengamanan, di antaranya mendata objek wisata yang berpotensi dikunjungi wisatawan saat libut Nataru.  

"Kami imbau kepada masyarakat, terutama yang akan mengunjungi daerah wisata di Jabar. Mengimbau untuk di rumah saja. Sekarang ini kita sudah level 1-2, tolong kita pertahankan supaya penyebaran COVID tidak bertambah lagi," katanya.  

"Ini peran dari masyarakat. Ketika libur nanti, ketika pemerintah sudah melarang, tolong ikuti saja, berkumpul dengan keluarga di rumah. Ini akan membantu pemerintah dalam mencegah COVID," tandas Erdi. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD