AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24935.43
-0.07%
-16.92
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Jelang PPKM Level 3 saat Nataru, Ini Langkah Sandiaga Tekan Kasus Covid-19

ECONOMICS
Fahreza Rizky
Selasa, 30 November 2021 06:15 WIB
Sejumlah langkah mitigasi sektor wisata tersebut ditujukan untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 pada periode libur Nataru.
Jelang PPKM Level 3 saat Nataru, Ini Langkah Sandiaga Tekan Kasus Covid-19 (FOTO:MNC Media)
Jelang PPKM Level 3 saat Nataru, Ini Langkah Sandiaga Tekan Kasus Covid-19 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel — Saat ini, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi sektor pariwisata pada periode libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). 

Sejumlah langkah mitigasi sektor wisata tersebut ditujukan untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 pada periode libur Nataru. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno berharap virus ini bisa dikendalikan agar sektor pariwisata terus berangsur pulih. 

“Kita harapkan dampaknya tidak terlalu negatif karena kita sudah menyiapkan langkah-langkah mitigasinya,” ujar Sandiaga saat Weekly Press Briefing di kantornya, Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Senin (29/11/2021). 

Sandiaga menuturkan salah satu langkah pemerintah mengendalikan Covid-19 saat nataru adalah menerapkan PPKM Level 3. Namun, dia mengingatkan kebijakan pembatasan itu bukan berarti melarang orang untuk beraktivitas. 

Sandiaga menjelaskan salah satu aturan PPKM Level 3 itu akan mengatur operasional usaha di sektor pariwisata. Ia menegaskan pemerintah sama sekali tidak melarang pembukaan usaha atau wisata di periode libur Nataru. 

“Ini bukan melarang, tetapi membatasi operasional dan aktivitas usaha atau destinasi wisata baik dari aspek waktu operasional, kapasitas pengunjung dan penerapan protokol kesehatan secara ketat pada saat perayaan natal dan tahun baru 2021-2022,” ujarnya. 

Oleh sebab itu, Sandiaga mengajak semua pihak untuk bijak dalam menilai langkah pencegahan yang diambil oleh pemerintah. Terlebih, dia menyebut kebijakan itu hanya bersifat sementara. 

“Kita tidak ingin mengulang masalah yang sama di mana libur nasional dan libur hari besar agama selalu menjadi pemicu terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia," pungkas Sandiaga.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD