AALI
10000
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
825
ACES
1425
ACST
254
ACST-R
0
ADES
1640
ADHI
1050
ADMF
8000
ADMG
162
ADRO
1185
AGAR
414
AGII
1035
AGRO
880
AGRO-R
0
AGRS
545
AHAP
68
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
256
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
560
AKRA
3130
AKSI
755
ALDO
815
ALKA
240
ALMI
236
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.85
-1.35%
-6.35
IHSG
5833.86
-1.76%
-104.49
LQ45
869.49
-1.52%
-13.44
HSI
28194.09
0.59%
+166.49
N225
27824.83
-0.92%
-259.64
NYSE
16415.36
1.45%
+233.76
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,280
Emas
850,841 / gram

Jika Ada Efek Samping, MUI Sarankan Vaksinasi Covid-19 di Malam Hari

ECONOMICS
M Sukardi/Sindonews
Senin, 12 April 2021 15:21 WIB
Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuskular tidak membatalkan puasa.
Jika Ada Efek Samping, MUI Sarankan Vaksinasi Covid-19 di Malam Hari (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada pertengahan Maret mengeluarkan fatwa bahwa vaksinasi Covid-19 tak batalkan puasa Ramadhan meski dilakukan siang hari. 

"Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuskular tidak membatalkan puasa," kata Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh, dalam keterangan resminya. 

Dia melanjutkan, vaksinasi Covid-19 di bulan Ramadhan pada siang hari tetap dibolehkan asal tidak menimbulkan bahaya. Namun, jika Anda khawatir pada efek samping yang mungkin muncul, maka MUI menyarankan vaksinasi Covid-19 dilakukan pada malam hari. 

Kementerian Agama RI pun memperbolehkan vaksinasi Covid-19 selama Ramadhan. Alasannya, penyuntikkan vaksin tidak dilakukan pada area lubang yang terbuka. 

"Vaksinasi Covid-19 tidak dilakukan melalui lubang terbuka yang ada di tubuh manusia seperti mulut, telinga, dubur, kemaluan, atau hidung sehingga tak membatalkan puasa Ramadhan," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Mohammad Agus Salim, dalam keterangan resmi. 

Pakar Kesehatan sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Ari Fahrial Syam, pun menegaskan bahwa vaksin Covid-19 tak membatalkan puasa Ramadhan. 

"Vaksin Covid-19 bersifat obat, sehingga tidak membatalkan puasa," terangnya. Soal waktu yang dianjurkan, Ari mengatakan, jika ada kekhawatiran pada efek samping yang mungkin ditimbulkan vaksin Covid-19, maka Anda bisa mendapatkan vaksin usai berbuka puasa. 

"Beberapa informasi mengatakan bahwa pada mereka yang menjalani puasa Senin-Kamis sebelum Ramadhan, lalu divaksin, membuat badan terasa tidak nyaman. Kalau sudah begitu, disarankan berbuka puasa. Karena adanya laporan tersebut, anjuran kami divaksin setelah berbuka puasa kalau memang khawatir akan efek samping vaksinasi," papar Ari. 

Tetapi, dia menekankan sekali lagi bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa Ramadhan, sehingga boleh dilakukan saat siang hari. "Nah, kalau mau sore menjelang berbuka puasa juga boleh. Jadi, kalau ada reaksi tidak nyaman, bisa diatasi setelah berbuka puasa," papar dia. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD