Selain itu, JK juga menyoroti keterbatasan infrastruktur penyimpanan BBM di dalam negeri yang terjadi selama bertahun-tahun. Dengan kebutuhan 1,5 juta barel, stol nasional hanya mampu bertahan tiga minggu atau 21 hari saja.
"Bahwa kita ambil di Timur Tengah tentu sudah sulit. Jadi tergantung pemerintah mau ambil dari mana. Tapi saya kira memang pasti kita akan menghadapi bukan hanya jumlah (stok) tapi harga pasti naik," kata JK.
Kendati demikian, JK meminta masyarakat memahami bahwa situasi ini bukan karena kebijakan dari dalam negeri, tapi dipengaruhi kondisi global yang tidak menentu.
"Ini akibat bukan karena Indonesia, tapi akibat eksternal, akibat perang yang punya efeknya ke Indonesia," katanya.
(Rahmat Fiansyah)