AALI
9350
ABBA
274
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
170
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
750
ADMF
8150
ADMG
173
ADRO
3150
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
117
AHAP
82
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1185
AKSI
272
ALDO
770
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
532.98
-0.77%
-4.11
IHSG
7054.69
-0.68%
-48.19
LQ45
1001.61
-0.7%
-7.10
HSI
19496.09
-2.54%
-507.35
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 1,894
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Jokowi Kembali Suntik Modal SWF/INA Rp60 Triliun

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 04 November 2021 10:23 WIB
Presiden Jokowi akan menambah penyertaan modal negara (PMN) kepada sovereign wealth fund (SWF) Rp60 triliun.
Jokowi Kembali Suntik Modal SWF/INA Rp60 Triliun (FOTO: MNC Media)
Jokowi Kembali Suntik Modal SWF/INA Rp60 Triliun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menambah penyertaan modal negara (PMN) kepada sovereign wealth fund (SWF) atau Indonesia Investment Authority (INA) sebesar Rp 60 triliun yang berasal dari APBN 2021.

Keputusan tersebut dituangkan dalam dua Peraturan Pemerintah (PP), yakini PP Nomor 110 Tahun 2021 yang diterbitkan Kepala Negara sejak 29 Oktober 2021 dan PP Nomor 111 Tahun 2021. 

Untuk PP No 110/2021, nilai PMN yang diberikan pemerintah sebesar Rp15 triliun dan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2021.

"Untuk pemenuhan modal Lembaga Pengelola Investasi, perlu melakukan penambahan penyertaan modal Negara ke dalam modal lembaga Pengelola Investasi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2021," demikian bunyi bagian pertimbangan PP tersebut, dikutip Kamis (4/11/2021).

Sementara, PP No 111/2021 mencatatkan INA akan memperoleh PMN sebesar Rp45 triliun yang berasal dari pengalihan sebagian saham negara pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT Bank Mandiri Tbk,. 

Pasal 3 PP Nomor 111 Tahun mencatat, penambahan penyertaan modal negara kepada INA mengakibatkan kepemilikan saham negara pada BRI dan Mandiri masing-masing menjadi paling sedikit 52 persen saja.

"Nilai penambahan PMN dan jumlah saham yang dialihkan ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan usulan Menteri BUMN," tulis poin lain dari Pasal 3.

Kemudian, penambahan PMN juga mengakibatkan hak yang melekat pada kepemilikan saham negara atas sebagian saham Seri B BRI dan Mandiri beralih kepada INA. Dengan begitu, secara agregat total PMN yang diterima INA tahun ini mencapai Rp 60 triliun. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD