AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Jurus Jitu DKI Jakarta Hadapi Covid Varian Omicron

ECONOMICS
Komaruddin Bagja
Sabtu, 15 Januari 2022 13:27 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya melakukan antisipasi hadapi gelombang Omicron.
Jurus Jitu DKI Jakarta Hadapi Covid Varian Omicron (FOTO: MNC Media)
Jurus Jitu DKI Jakarta Hadapi Covid Varian Omicron (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kasus covid varian Omicron di DKI Jakarta tercatat mencapai 725 orang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya melakukan antisipasi hadapi gelombang Omicron.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, kunci mengantisipasi penyebaran varian Omicron tak cukup hanya dengan 3T (Testing, Tracing dan Treatment).

"Kami tentunya kuncinya bukan hanya 3T tapi bagaimana menjaga prokes.
Rumusan bahwa 3T, prokes dan vaksin menjadi kunci. Testing tanpa penguatan prokes dan vaksin yang tidak lengkap tentu pasti menjadi sesuatu yang kurang lengkap untuk saya," ujar Widyastuti dalam Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Bersiap Hadapi Omicron', Sabtu (15/1/2022).

Untuk testing, kata Widyastuti pihaknya melakukan di atas standar World Health Organization (WHO).

"3T sendiri kita komit untuk testing terus kita tingkatkan. Sebagai informasi, kita per pekan kita testing kasus baru ya sekitar 90 ribu lebih. Sehingga kami berkomitmen itu sesuai standar WHO. Bahkan melampaui 9x standarnya WHO," tambahnya.

"Tracing kami sampaikan intervensi investigasi sejak awal. Meskipun kadang tidak semua kasus indek terbuka sekali. Butuh pendekatan supaya mau membuka  informasi secara terbuka. Kita bicara bukan hari ini, tapi mengkonfirmasi psoitif 14 hari sebelumnya," sambungnya.

Dalam melakukan tracing, petugas Puskesmas turut dibantu oleh Bhabinkamtibmas dari Kepolisian. Serta Babinsa dari unsur TNI turut terlibat dalam kegiatan pelacakan itu.

"Tracing juga kita mengajak bukan hanya jajaran kesehatan kami dibantu tim satgas tingkat wilayah yaitu di desa dan RW terdiri dari pamong setempat dan tim pak kapolda dan pangdam itu bahu membahu bersama tokoh masyarakat sehingga data kita dapat berjalan dengan baik. Jadi tanpa koordinasi berbagai pihak tim kami di Puskesmas tim kami tidak dapat tembus kepada kontak erat yang begitu luas," pungkas Widyastuti. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD