Potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan global.
"Dari Arabica, Robusta sampai kopi Luwak pun juga ada di sini. Nah itu contoh-contoh yang kita diskusikan. Cukup baik dan kita akan follow up hal-hal itu semua," ujar Anindya.
Ia menambahkan, penguatan sektor perdagangan dan investasi menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, selain belanja modal pemerintah dan konsumsi domestik.
Dia mengatakan dunia usaha berharap adanya dukungan regulasi dan insentif agar perdagangan komoditas unggulan seperti kopi dapat berjalan optimal.
"Dari Kadin, dunia usaha, anggota-anggota kami baik Kadin Provinsi maupun di asosiasi, tentu menginginkan peluang-peluang bukan hanya pasar dibuka, tapi juga regulasi dan insentif diberikan supaya perdagangan ini bisa berlangsung baik," kata Anindya.
(Febrina Ratna Iskana)