Di sisi lain lanjut Anin, Indonesia juga memiliki modal besar berupa sumber daya manusia. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 285 juta jiwa dan pertumbuhan sekitar lima juta kelahiran setiap tahun, industrialisasi menjadi kebutuhan penting untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru.
“Kita harus menciptakan lapangan kerja bagi mereka. Karena itu industrialisasi menjadi sangat penting,” kata Anin.
Meski demikian, Anin melihat peluang terbesar penerapan SDV di Indonesia bukan hanya pada kendaraan penumpang, sistem hiburan kendaraan, atau teknologi bantuan mengemudi canggih. Menurut Anin, potensi terbesar justru berada pada sektor manajemen armada dan logistik.
Diungkapkan Anin, Indonesia memiliki sekitar 6,5 juta truk, kendaraan pertambangan, dan kendaraan logistik, serta sekitar 300 ribu bus yang membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih efisien.
“Ini perlu dikelola dengan baik agar Indonesia bisa naik ke level berikutnya sekaligus mendorong industrialisasi yang lebih kuat,” kata Anin.
Lebih lanjut, Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia, kata Anin, masih menghadapi tantangan biaya logistik yang relatif tinggi. Karena itu, pemanfaatan teknologi SDV dan kecerdasan buatan diyakini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa.