Sebagai contoh, di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, headway saat ini masih berada di kisaran 5–10 menit. Dengan peningkatan LAA, penambahan substasiun traksi (SF) dari 8 menjadi 12 unit, serta penambahan blok sinyal, bahkan menuju sistem moving block, headway berpotensi dipangkas secara signifikan.
"Nanti headway-nya bisa seperti LRT, sekitar 3–4 menit, sehingga kapasitas angkut bisa naik hingga dua kali lipat," kata Bobby.
KAI berharap kombinasi antara tambahan trainset dan peningkatan infrastruktur jaringan ini dapat menjawab lonjakan permintaan penumpang, sekaligus meningkatkan keandalan dan kenyamanan layanan kereta perkotaan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.
(NIA DEVIYANA)