AALI
8825
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4370
ACES
650
ACST
191
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
755
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3900
AGAR
320
AGII
2470
AGRO
625
AGRO-R
0
AGRS
101
AHAP
104
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
144
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1600
AKRA
1290
AKSI
320
ALDO
695
ALKA
290
ALMI
388
ALTO
175
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.86
-0.11%
-0.57
IHSG
7115.09
-0.17%
-12.41
LQ45
1019.06
-0.11%
-1.14
HSI
17805.09
-0.28%
-50.05
N225
26633.32
0.76%
+201.77
NYSE
13580.39
-1.57%
-216.61
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
790,953 / gram

Kapasitas Penumpang KRL Dibatasi Maksimal 45 Persen Saat Nataru 

ECONOMICS
Azfar Muhammad
Jum'at, 17 Desember 2021 19:21 WIB
Kemehub mengeluarkan Surat Edaran terbaru salah satunya membatasi jumlah penumpang maksimal 45 persen saat libur Natal dan Tahun Baru. 
Kapasitas Penumpang KRL Dibatasi Maksimal 45 Persen Saat Nataru  (FOTO: MNC Media)
Kapasitas Penumpang KRL Dibatasi Maksimal 45 Persen Saat Nataru  (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Perhubungan (Kemehub) mengeluarkan Surat Edaran terbaru salah satunya membatasi jumlah penumpang maksimal 45 persen saat libur Natal dan Tahun Baru. 

Hal tersebut termuat dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19  Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pengaturan Aktivitas dan Mobilitas Masyarakat Selama Periode Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (DJKA) kemenhub, Danto Restyawan  mengatakan untuk regulasi perjalanan terbaru di masa Libur Nataru untuk perjalanan Wilayah aglomerasi atau krl dibatasi dengan kapasitas maksimal 45 Persen.

“Untuk perjalanan kereta api KRL atau wilayah kawasan aglomerasi maksimum 45 % (empat puluh lima persen),” kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan DJKA kemenhub, Danto Restyawan dalam keterangan resminya, Jumat (17/12/2021). 

Kemenhub menegaskan, untuk penumpang KA komuter dan dalam wilayah atau kawasan aglomerasi tidak wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen.

“Untuk kereta api antarkota  atau jarak jauh batas maksimumnya 80% (delapan puluh persen), KA Lokal Perkotaan maksimum 70 % (tujuh puluh persen),” tambahnya. 

Meski begitu, Kemenhub menegaskan untuk Protokol Kesehatan mutlak dilakukan khususnya bagi penumpang KA, awak sarana, petugas di lapangan, apalagi sekarang Omicron sudah masuk ke Indonesia. 

“Kita harus makin waspada, tidak lengah, sukseskan vaksinasi, pakai masker, rutin cuci tangan, jaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas yang tidak esensial”, himbaunya.

Dalam rangka kesiapan menjelang penyelenggaraan angkutan Nataru, Ditjen Perkeretaapian juga telah melakukan rampcheck Standar Pelayanan Minimal di beberap stasiun dan pada rangkaian KA untuk pulau Jawa dan Sumatera, rampcheck sarana serta KA Inspeksi. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD