AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Kasus Covid-19 di Luar Negeri Tinggi, Gubernur Bali Minta Pelaku Pariwisata Bersabar

ECONOMICS
Chusna/Kontributor
Selasa, 23 November 2021 07:10 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster meminta pelaku pariwisata bersabar karena hingga saat ini belum ada turis yang datang.
Pariwisata Bali (Ilustrasi)
Pariwisata Bali (Ilustrasi)

IDXChannel - Gubernur Bali Wayan Koster meminta pelaku pariwisata bersabar karena hingga saat ini belum ada turis yang datang. Hal itu terkait petisi yang dikeluarkan pelaku industri pariwisata kepada Presiden Joko Widodo. 

"Saya kira bersabar sedikit, supaya langkah-langkah yang kita lakukan ini tidak lagi mengalami kontraproduktif di tengah jalan," kata Koster di Denpasar, Senin (22/11/2021). 

Dia meminta pelaku pariwisata memahami bahwa kasus COVID-19 di luar negeri saat ini sedang naik sehingga banyak negara menutup pintu perbatasannya. 

Sehingga wajar jika belum ada kunjungan, meksi pintu bagi wisatawan mancanegara sudah dibuka sejak 14 Oktober lalu. "Kita buka, di sananya tutup. Kan enggak datang juga," ujar Koster. 

Karenanya, dia menilai petisi dan segala macamnya tidak akan bisa menyelesaikan masalah. "Bukan pemerintah kita yang salah, bukan kita yang salah," tukasnya. 

Koster mengajak pelaku pariwisata menata semuanya secara perlahan tapi pasti, agar apa yang diakukan bisa membuahkan hasil di tahun 2022.

Koster juga menegaskan sangat serius bekerja menangani pandemi agar pemulihan bisa dilakukan secepat mungkin. "Tapi, situasi memang belum memungkinkan untuk kita lakukan seperti harapan dari para pelaku pariwisata," pungkasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD