AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Kasus Covid-19 Meroket, Anggota Dewan Minta Jakarta Terapkan Lockdown Mikro

ECONOMICS
Dimas Choirul
Selasa, 15 Juni 2021 13:38 WIB
Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengambil tindakan cepat melihat lonjakan kasus Covid-19 saat ini.
Kasus Covid-19 Meroket, Anggota Dewan Minta Jakarta Terapkan Lockdown Mikro. (Foto: MNC Media)
Kasus Covid-19 Meroket, Anggota Dewan Minta Jakarta Terapkan Lockdown Mikro. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengambil tindakan cepat melihat lonjakan kasus Covid-19 saat ini. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah menetapkan lockdown mikro pada RT dan RW zona merah.

"Ini harus cepat agar kasus penularan bisa segera ditekan. Karena memang kasus aktif di Jakarta sudah memasuki angka yang mengkhawatirkan," ujar Pras kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).

Berdasarkan data corona.jakarta.go.id, total pasien COVID-19 yang ada di ibu kota saat ini, Senin (14/6/2021), sudah mencapai 17.444 orang. Dari jumlah pasien tersebut, sebanyak 7.410 pasien dirawat di rumah sakit dan 10.034 pasien menjalani isolasi mandiri

Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, rata-rata pasien tersebut berasal dari 265 kelurahan di DKI Jakarta. Terbanyak dari Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat dengan total 285 kasus.

"Kemudian tercatat di Kelurahan Cengkareng Timur 194 kasus, Pademangan Timur 187 kasus, Lubang Buaya 180 kasus, Kebon Jeruk 162 kasus, dan dari kelurahan-kelurahan lainnya," tambah Pras.

Agar upaya mereduksi angka penularan efektif, ia menegaskan perlu adanya pengawasan yang ketat dari Gugus Tugas Covid-19 di tingkat kelurahan. Sebab, lemahnya pengawasan acap kali menjadi salah satu penyebab terbuang percumanya upaya penanggulangan Covid-19.

"Karena itu kebijakan harus dibarengi dengan pengawasan. Di masalah ini aparatur yang tergabung dalam Satgas harus tegas. RT dan RW yang ditetapkan sebagai mikro lockdown harus diawasi dan dicukupi kebutuhan pangannya oleh kelurahan," ungkapnya.

Pras pun meminta semua pihak untuk menaati aturan dan lebih sadar dalam  mematuhi protokol kesehatan 5M, menggunakan, masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi juga interaksi. 

"Ini penting untuk kesehatan bersama, demi menjaga kita dan keluarga kita bersama," tegasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD