AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Kasus Omicron Terus Meningkat, Luhut Minta Vaksinasi Booster Dipercepat

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Jum'at, 21 Januari 2022 11:55 WIB
Menko Luhut menilai kasus saat ini sebagian besar terjadi di daerah Jabodetabek dan DKI Jakarta yang bahkan capaian vaksinasi dosis 1 dan 2-nya sudah tinggi.
Vaksin booster (Ilustrasi)
Vaksin booster (Ilustrasi)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan mengakselerasi pemberian vaksin untuk mengantisipasi gelombang varian Omicron.

Menko Luhut menilai kasus saat ini sebagian besar terjadi di daerah Jabodetabek dan DKI Jakarta yang bahkan capaian vaksinasi dosis 1 dan 2-nya sudah tinggi. 

“Untuk itu vaksinasi booster harus segera dikejar di daerah Jabodetabek. Mengingat Jabodetabek adalah pusat mobilitas, penyebaran kasus ke provinsi lain dapat terjadi dengan lebih cepat,” kata Menko Luhut dalam keterangan resmi, Jumat (21/1/2022). 

Menko Luhut juga meminta kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk dapat lebih menyiapkan diri dalam mengantisipasi Gelombang Omicron. 

“Kami telah mengingatkan kepada seluruh kepala daerah, baik Bupati, Walikota, Pangdam, Kapolda, dan seluruh jajaran dibawahnya untuk jujur terhadap data kasus Covid dan meminta agar tidak ada yang ditutupi agar segera dapat ditentukan langkah yang benar dan terukur,” ujarnya. 

Pemerintah terus mengimbau kepada sejumlah pemerintah daerah dan provinsi lain umtuk  tetap bersiap jika terjadi peningkatan signfikan.

Meski begitu, melihat pengalaman negara lain, perawatan rumah sakit dan tingkat kematian tetap dapat meningkat ketika kasus naik berkali-kali lipat. 

“Upaya flattening the curve atau memperlandai kenaikan kasus positif, harus dilakukan untuk mengurangi beban sistem kesehatan. Kuncinya adalah penegakan protokol kesehatan dan akselerasi vaksinasi di tiap daerah,” tandasnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD