sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kebutuhan LPG Naik 10 Juta Ton, RI Masih Negosiasi Impor dari Rusia

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
17/04/2026 13:46 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan negosiasi pembelian LPG dari Rusia masih berlangsung alot di tengah meningkatnya kebutuhan pasokan.
Kebutuhan LPG Naik 10 Juta Ton, RI Masih Negosiasi Impor dari Rusia. (Foto: Istimewa)
Kebutuhan LPG Naik 10 Juta Ton, RI Masih Negosiasi Impor dari Rusia. (Foto: Istimewa)

Meski demikian, Bahlil memastikan kondisi cadangan LPG nasional saat ini masih dalam kategori aman, dengan ketahanan stok di atas 10 hari dan mendekati standar normal nasional.

Untuk memperkuat pasokan, pemerintah juga telah berkoordinasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) agar memprioritaskan penjualan gas ke dalam negeri sebelum ekspor. Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah meningkatnya kebutuhan.

Bahlil mengapresiasi langkah KKKS yang mengalihkan sebagian kuota ekspor, yang sebelumnya mencapai 30 persen, untuk memenuhi kebutuhan domestik. Kebijakan tersebut turut menopang ketahanan energi nasional dalam jangka pendek.

“Mulai dua hari lalu, cadangan LPG kita sudah di atas 10 hari, mendekati normal. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran,” ujar Bahlil.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement