“Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan dunia usaha sehingga masing-masing instrumen dapat bekerja secara optimal, proporsional, dan saling menguatkan,” kata Purbaya.
Di sektor energi, pemerintah akan mendorong peningkatan lifting migas melalui reaktivasi sumur tidak aktif, percepatan eksplorasi cadangan baru, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan efisiensi operasional.
Pemerintah juga berupaya memperbaiki iklim investasi hulu migas melalui kepastian hukum, pemberian insentif fiskal, dan penyederhanaan regulasi.
Dari sisi fiskal, pemerintah akan melanjutkan reformasi pada penerimaan negara, efisiensi belanja berbasis hasil, serta pengelolaan pembiayaan defisit secara terukur untuk menjaga kesehatan APBN.
“Berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, memperkuat investasi, dan menjaga stabilitas ekonomi harus didukung oleh APBN yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan,” tutur Purbaya.