AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Kematian Jamaah Haji RI Didominasi Penyakit Jantung, Ini Penjelasan Kemenkes

ECONOMICS
Kevi Laras
Kamis, 30 Juni 2022 13:06 WIB
Kemenkes mengungkap penyakit jantung mendominasi kematian jamaah, hingga hari ke 28 operasional haji tahun ini.
Kemenkes mengungkap penyakit jantung mendominasi kematian jamaah, hingga hari ke 28 operasional haji tahun ini.
Kemenkes mengungkap penyakit jantung mendominasi kematian jamaah, hingga hari ke 28 operasional haji tahun ini.

IDXChannel - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap penyakit jantung mendominasi kematian jamaah, hingga hari ke 28 operasional haji tahun ini. Di mana dari 14 kematian, 12 diantaranya disebabkan oleh penyakit jantung.

Menurut dr. Mohammad Rizki Akbar, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah terdapat tiga jenis kelainan jantung yang dialami oleh jemaah yang dirawat di KKHI Makkah, baik yang menjalani rawat jalan maupun rawat inap.

"Kelompok pertama yang paling banyak masuk kepada kelompok gagal jantung,” ungkap dr. Rizki dilansir dari laman resmi Kemenkes, Kamis (30/6/2022).

Diketahui kelompok pertama ini mengalami sesak nafas, juga mudah lelah saat beraktivitas. Mereka biasanya ditandai dengan adanya bengkak di tungkai kaki, lanjut dr Rizki.

Sementara kelompok kedua adalah pasien dengan keluhan nyeri dada. Hal ini terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah di jantung. Kemudian, kelompok ketiga adalah pasien yang datang dengan keluhan berdebar.

Dengan begitu, dia menyarankan para jamaah yang memiliki faktor risiko jantung harus segera menyampaikan kepada petugas kesehatan di kloter, baik kepada dokter maupun perawat. Sehingga segera dapat dilakukan evaluasi terhadap kondisi dan diputuskan tindakan yang dibutuhkan jamaah.

“Sehingga mereka bisa langsung lakukan evaluasi apakah ini terkait dengan perburukan kondisi ataukah tidak. Dengan demikian kita bisa melakukan pelayanan pengobatan di KKHI.” jelas dr. Rizki

Sekadar informasi, berdasarkan data sampai Senin (27/6), dari sebanyak 462 jamaah yang menjalani pemeriksaan rawat jalan, 42 diantaranya terkait dengan kelainan jantung. Sementara dari total 179 jamaah yang menjalani rawat inap, 13 diantaranya merupakan pasien jantung.

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD