sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kemenhub Gelontorkan Rp161,2 Miliar untuk 313 Trayek Angkutan Jalan Perintis di 2026

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
20/07/2026 11:04 WIB
Langkah ini dilakukan untuk menjaga konektivitas wilayah terdepan, terluar, tertinggal, dan terpencil (3TP) sekaligus mendukung mobilitas masyarakat.
Kemenhub Gelontorkan Rp161,2 Miliar untuk 313 Trayek Angkutan Jalan Perintis di 2026. Foto: iNews Media Group.
Kemenhub Gelontorkan Rp161,2 Miliar untuk 313 Trayek Angkutan Jalan Perintis di 2026. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan layanan angkutan perintis tetap beroperasi hingga akhir 2026 dengan mengalokasikan anggaran Rp161,2 miliar untuk penyelenggaraan 313 trayek angkutan jalan perintis yang tersebar di 32 provinsi. 

Langkah ini dilakukan untuk menjaga konektivitas wilayah terdepan, terluar, tertinggal, dan terpencil (3TP) sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan pemerintah berkomitmen mempertahankan layanan angkutan perintis sebagai bentuk kehadiran negara dalam menyediakan akses transportasi yang terjangkau bagi masyarakat di daerah yang belum terlayani angkutan komersial.

"Layanan angkutan perintis merupakan bentuk kehadiran negara dalam menyediakan akses transportasi terjangkau bagi masyarakat, terutama di wilayah 3TP. Kami memastikan seluruh layanan keperintisan tetap berjalan di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir tahun," kata Aan dalam keterangan resmi, Minggu (19/7/2026). 

Aan menjabarkan, pada 2026 layanan angkutan jalan perintis dioperasikan melalui 313 trayek yang didukung 640 unit bus. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus menopang aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Selain angkutan jalan, Kemenhub juga mengoperasikan layanan angkutan penyeberangan perintis untuk menghubungkan pulau-pulau yang belum memiliki layanan penyeberangan komersial. Tahun ini, pemerintah menetapkan 265 lintasan penyeberangan perintis di 24 provinsi dengan dukungan 101 kapal.

Aan menilai keberadaan layanan penyeberangan perintis menjadi bagian penting dalam menjaga aksesibilitas masyarakat di wilayah kepulauan, sekaligus memperlancar distribusi barang dan kebutuhan pokok.

Kemenhub juga menegaskan layanan angkutan penyeberangan perintis di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan sesuai rencana operasional hingga akhir 2026. Penegasan ini disampaikan untuk merespons informasi yang berkembang mengenai keberlanjutan layanan di wilayah tersebut.

Untuk penyelenggaraan angkutan penyeberangan perintis di NTT, pemerintah mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp27,99 miliar. Hingga saat ini, seluruh layanan di wilayah tersebut masih beroperasi sesuai jadwal.

"Kami terus memantau agar pelayanan angkutan perintis di wilayah 3TP tetap berjalan dengan semestinya. Dengan adanya layanan ini, kami berharap konektivitas antarwilayah semakin terjaga, mobilitas masyarakat tetap lancar, serta aktivitas ekonomi daerah dapat terus berjalan," ujar Aan.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement