AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Kemenkes Izinkan Pasien Terinfeksi Omicron Isolasi Mandiri, Ini Syaratnya

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Jum'at, 21 Januari 2022 11:27 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan bahwa pasien konfirmasi varian Omicron saat ini bisa melakukan isolasi mandiri (Isoman) di rumah.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan bahwa pasien konfirmasi varian Omicron saat ini bisa melakukan isolasi mandiri (Isoman) di rumah. (Fotgo: MNC Media)
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan bahwa pasien konfirmasi varian Omicron saat ini bisa melakukan isolasi mandiri (Isoman) di rumah. (Fotgo: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan bahwa pasien konfirmasi varian Omicron saat ini bisa melakukan isolasi mandiri (Isoman) di rumah. Meski demikian, tidak semua pasien konfirmasi Omicron bisa melakukan Isoman karena ada sejumlah syarat yang harus diperhatikan.

Ketentuan Isoman untuk pasien Omicron tersebut tercantum dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron yang ditetapkan pada 17 Januari 2022.

SE No. HK.02.01-MENKES-18-2022 ttg Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron (B.1.1.529)-signed

Sebelumnya, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengeluarkan Surat Edaran dengan Nomor HK.02.01/MENKES/1391/2021 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron yang ditetapkan pada 30 Desember 2021.

Surat edaran tersebut berisi ketentuan yang menyatakan bahwa seluruh kasus probable dan konfirmasi varian Omicron baik yang bergejala maupun tidak bergejala harus dilakukan isolasi di rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan Covid-19.

Berdasarkan beberapa studi kasus awal di Denmark, Afrika Selatan, Kanada, Inggris dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa risiko perawatan di rumah sakit akibat varian Omicron lebih rendah dibandingkan varian Delta. Saat ini, penelitian lebih lanjut terkait Omicron masih terus dilakukan.

Hingga 14 Januari 2022 Indonesia telah melaporkan adanya 644 kasus varian Omicron yang sebagian besar merupakan pelaku perjalanan dari luar negeri (529 kasus). Sedangkan kasus lainnya (115 kasus) merupakan transmisi lokal yang telah terjadi di Indonesia.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, seiring dengan perkembangan kasus Covid-19, dibutuhkan penyesuaian kebijakan upaya penanganan kasus varian Omicron. Cara dengan menerbitkan surat edaran baru.

“Ketentuan pencegahan dan pengendalian Covid-19 sekarang mengacu pada surat edaran yang baru, salah satunya tentang isolasi mandiri,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, dalam siaran pers resmi Kemenkes, Jumat (21/1/2022).

Dalam surat edaran baru tersebut ditetapkan bahwa pasien konfirmasi Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri jika memenuhi syarat klinis dan syarat rumah.


Adapun syarat klinis melakukan isolasi mandiri di rumah adaah:

1.Pasien harus berusia 45 tahun ke bawah.

2.Tidak memiliki komorbid.

3.Dapat mengakses telemedicine atau layanan kesehatan lainnya.

4.Berkomitmen untuk tetap diisolasi sebelum diizinkan keluar.


Sedangkan syarat rumah dan peralatan pendukung lainnya untuk melakukan isolasi mandiri adalah:

1.Pasien harus dapat tinggal di kamar terpisah dan lebih baik lagi jika lantai terpisah

2.Ada kamar mandi di dalam rumah terpisah dengan penghuni rumah lainnya.

3.Dapat mengakses pulse oksimeter.


Jika pasien tidak memenuhi syarat klinis dan syarat rumah, maka pasien harus melakukan isolasi di fasilitas isolasi terpusat. Selama isolasi, pasien juga harus dalam pengawasan Puskesmas atau Satgas setempat.

Isolasi terpusat dilakukan pada fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau swasta yang dikoordinasikan oleh Puskesmas dan dinas kesehatan. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD