AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Kemenkes Pastikan 7 Kasus Hepatitis Akut Tidak Bergejala Berat 

ECONOMICS
Kevi Laras
Jum'at, 13 Mei 2022 11:25 WIB
Saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan jumlah kasus  masih 18, dengan 7 kasus ditemukan tidak  bergejala berat.
Kemenkes Pastikan 7 Kasus Hepatitis Akut Tidak Bergejala Berat
Kemenkes Pastikan 7 Kasus Hepatitis Akut Tidak Bergejala Berat

IDXChannel - Perkembangan kasus Hepatitis akut pada anak di Indonesia terus bertambah. Saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan jumlah kasus  masih 18, dengan 7 kasus ditemukan tidak  bergejala berat.

Selain itu, disebutkan ada 9 kasus yang masih pending klarifikasi dan 2 kasus dalam pemeriksaan laboratorium. "Masih 18 dengan gejala dugaan hepatitis akut berat," ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid kepada MNC Portal, Jumat (13/5/2022)

"Saat ini dengan 9 kasus pending klasifikasi, 7 bukan kasus gejala Hepatitis berat dan 2 dalam pemeriksaan lab," jelasnya

Sementara jumlah kasus yang meninggal diketahui berjumlah 7 orang. Gejala khas hepatitis misterius, yang muncul di pasien memiliki warna kulit kuning hingga urin berwarna.

"Kulit pasien kuning dengan urin berwarna kuning tua," papar Siti Nadia saat dihubungi MNC Portal, Kamis (12/5/2022).

Kemenkes menjelaskan bahwa pasien ke-7 yang meninggal dunia diduga hepatitis misterius, ini berusia 7 tahun. 

Ke-7 kasus tersebut berada di beberapa wilayah di Indonesia. Dengan rincian 4 kasus di DKI Jakarta, 1 kasus di Tulungagung, Jawa Timur, 1 kasus di Solok, Sumatera Barat, dan 1 kasus di Kalimantan Timur.
 
(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD