AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Kemenkes Sebut Jumlah Pemudik Lebih Massif Dibanding MotoGP Mandalika   

ECONOMICS
Riezky Maulana
Sabtu, 26 Maret 2022 09:18 WIB
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi menanggapi hasil survei yang menyebut 80 juta orang akan tetap mudik tahun ini.
Kemenkes Sebut Jumlah Pemudik Lebih Massif Dibanding MotoGP Mandalika. (TYO)
Kemenkes Sebut Jumlah Pemudik Lebih Massif Dibanding MotoGP Mandalika. (TYO)

IDXChannel - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi menanggapi hasil survei yang menyebut 80 juta orang akan tetap mudik tahun ini. Hal itu menunjukkan mobilitas mudik lebih masif ketimbang mobilitas acara MotoGP Mandalika.

Atas alasan itu, pemerintah pun memandang perlu dilakukan vaksinasi booster untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. Keputusan itu juga tidak semata-mata diambil tanpa pertimbangan yang jelas dan matang.

"Mobilitas masyarakat yang masif memungkinkan penularan Covid-19 yang lebih tinggi. Maka dari itu vaksinasi booster penting dilakukan untuk membantu mengurangi dampak kesakitan jika tertular Covid-19," kata Nadia Jumat (25/3/2022). 

Lebih lanjut disampaikan Nadia, hasil survey Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan tentang mudik lebaran 2022, potensi masyarakat yang akan melakukan mudik berjumlah sekitar 80 juta orang.

Jumlah itu, jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan jumlah penonton acara MotoGP Mandalika yang dibatasi maksimal sebanyak 60 ribu orang.

Tak hanya itu, Nadia mengatakan, mudik merupakan momentum bersilaturahmi dan mengunjungi orangtua. Menurut dia, risiko penularan akan lebih berbahaya jika penularan terjadi pada orangtua atau lansia di kampung halaman.

Dengan demikian, lanjut dia vaksinasi booster tetap harus dilaksanakan. Pemberian vaksinasi booster tetap mengacu pada interval pemberian vaksinasi, mulai dari vaksinasi pertama, vaksinasi kedua, hingga vaksinasi booster.

"Bagi masyarakat yang belum vaksinasi booster dan kebetulan akan melakukan mudik, diharapkan segera melakukan vaksinasi jika telah tiba waktunya. Vaksinasi booster bisa disuntikkan minimal setelah tiga bulan kepada orang yang sudah divaksinasi lengkap," ucapnya. 

Dengan masifnya vaksinasi, merupakan upaya komunal. Hal itu bertujuan untuk tidak hanya melindungi diri, namun sekaligus melindungi masyarakat Indonesia terutama para orangtua dari risiko kematian dan kesakitan akibat Covid-19.

"Mari hentikan perdebatan. Tujuan vaksinasi utk melindungi masyarakat dari kematian akibat Covid 19. Bukan untuk mempersulit mobilitas," tuturnya. 

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyebutkan booster akan menjadi syarat untuk mudik lebaran tahun 2022. Nantinya para pemudik harus wajib sudah vaksin Covid-19.

“Nanti booster itu kita ingin jadikan sebagai syarat kalau nanti orang mau mudik. Selain vaksinasi sudah lengkap, dua kali, juga harus sudah dibooster,” ungkap Wapres usai meluncurkan digitalisasi pertanian di Pondok Pesantren atau Kopontren Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/3/2022). (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD