sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kemenkeu Bakal Kaji Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun, Pramono: Mohon Kajiannya Disegerakan

Economics editor Danandaya Arya Putra
29/07/2026 12:20 WIB
Pramono menyambut langkah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang berencana mengkaji penerbitan obligasi daerah Rp3,5 triliun.
Kemenkeu Bakal Kaji Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun, Pramono: Mohon Kajiannya Disegerakan. (Foto: Danandaya Arya Putra/iNews Media Group)
Kemenkeu Bakal Kaji Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun, Pramono: Mohon Kajiannya Disegerakan. (Foto: Danandaya Arya Putra/iNews Media Group)

IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambut langkah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang berencana mengkaji penerbitan obligasi daerah Rp3,5 triliun. Dia bersyukur bila Kemenkeu melakukan kajian atas wacana penerbitan obligasi tersebut. 

"Kalau dilakukan kajian kami terima kasih kepada Menteri Keuangan," kata Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

Pramono pun berharap kajian penerbitan obligasi daerah tersebut dapat segera diselesaikan. Agar skema pembiayaan yang diusulkan Pemprov DKI Jakarta bisa berjalan mulus.

"Mohon kajiannya disegerakan," tambahnya. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan belum mengetahui secara rinci rencana Pemprov DKI Jakarta yang akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun sebagai sumber pembiayaan baru.

Menurut Purbaya, kondisi kas Pemprov DKI Jakarta masih sangat kuat sehingga, dia mempertanyakan urgensi rencana penerbitan obligasi tersebut.

"Buat apa dia terbitin obligasi? Kan uangnya banyak. Masih ada berapa triliun tuh," ujar Purbaya usai sidang debottlenecking, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Purbaya juga mengaku belum ada pembahasan terkait rencana itu antara Kemenkeu dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. "Saya enggak tahu. Saya belum tahu," kata dia.

Meski demikian, dia menilai penerbitan obligasi daerah tidak akan menjadi persoalan apabila kondisi keuangan daerah kuat.

"Kalau kredibel sama DKI uangnya banyak sebenarnya nggak bahaya. Cuma jadi pertanyaan adalah dia kan uangnya nggak kepakai banyak, buat apa? Tapi saya enggak tahu. Nanti saya cek dengan mereka ya," kata Purbaya. (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement