IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelontorkan anggaran sebesar Rp5 triliun dalam rangka mempercepat pembangunan sektor pertanian di Papua. Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyebut bahwa dukungan anggaran ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah.
"Hasil efisiensi Kementerian Pertanian, refocusing anggaran, kita arahkan untuk rakyat Indonesia termasuk Papua. Anggaran yang kita berikan untuk Papua totalnya Rp5 triliun. Ini anggaran sektor pertanian tertinggi sepanjang sejarah, atas arahan Presiden," ungkap Amran dalam konferensi pers, Kamis (12/6/2026).
Menurutnya, langkah ini diambil agar Papua mandiri pangan. Mentan menambahkan, pemerintah ingin memastikan harga pangan di Papua semakin terjangkau dan setara dengan daerah lain di Indonesia.
"Karena kita ingin saudara-saudara kita di sana (Papua) juga menikmati harga pangan seperti Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan," kata Amran.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai kepala daerah juga mengusulkan tambahan dukungan berupa perluasan areal tanam, cetak sawah, irigasi, traktor, dan bantuan sarana produksi lainnya. Amran mengatakan sekitar 90 persen usulan yang disampaikan telah disetujui dan akan segera ditindaklanjuti.
"Hampir 90 persen permintaan hari ini kami penuhi. Jika progresnya bagus, maka bisa mencapai 100 persen. Bahkan hari ini saya sudah meminta seluruh jajaran direktorat jenderal agar tambahan bantuan yang diajukan segera dilaksanakan secepat-cepatnya," ujarnya.
Terkait program cetak sawah, Mentan menyebut total luas yang sedang dikembangkan di Papua pada 2025-2026 mencapai sekitar 80 ribu hektare. Sebagian lahan sudah berproduksi dan menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan.
"Kurang lebih 30 ribu hektare berasal dari program tahun lalu dan sekitar 50 ribu hektare tahun ini. Produktivitas yang sebelumnya sekitar 3 ton per hektare kini bisa meningkat menjadi 5 hingga 7 ton per hektare," tuturnya.
Ia menegaskan seluruh pengembangan pertanian di Papua akan menggunakan sistem modern berbasis mekanisasi. Pemerintah akan menyalurkan ratusan unit traktor dan alat mesin pertanian untuk mendukung pengelolaan lahan skala besar.
"Kalau hamparannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu hektare, tidak mungkin dikerjakan secara manual. Karena itu setiap program cetak sawah akan langsung diikuti dengan bantuan alat dan mesin pertanian modern," katanya.
(Febrina Ratna Iskana)