AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Kementerian Kominfo Terima 5.000 Aduan Tentang Fintech

ECONOMICS
Hafid Fuad
Selasa, 25 Januari 2022 19:26 WIB
Jumlah aduan FinTech mendominasi total aduan masyarakat ke Kominfo.
Jumlah aduan FinTech mendominasi total aduan masyarakat ke Kominfo.  (Foto: MNC Media)
Jumlah aduan FinTech mendominasi total aduan masyarakat ke Kominfo. (Foto: MNC Media)


IDXChannel - Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aptika Kominfo, I Nyoman Adhiarna mengatakan jumlah aduan FinTech mendominasi total aduan masyarakat ke Kominfo. 

Sejak Agustus 2018 hingga Desember 2021, tercatat 5.461 jumlah aduan penanganan fintech dari total 6 ribu aduan. Hal ini membuat kebutuhan pengawasan ketat FinTech terkait regulasi dan penegakan hukum. 

"Jumlah aduan FinTech mendominasi dibandingkan laporan lainnya seperti pornografi. Tapi bidang kami dalam Satgas Waspada Investasi lebih terkait kepada kewajiban pendaftaran, keamanan informasi, keamanan data dan lainnya. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya melakukan pengawasan terkait industri fintech," ujar Nyoman dalam webinar Indonesia Economic Outlook oleh HIPMI di Jakarta (25/1/2022).

Dia mengatakan upaya yang dilakukan Kominfo dalam menangani risiko dan keamanan finansial yaitu telah membentuk satgas waspada investasi yang telah dilakukan bersama OJK. Tujuannya adalah memantau perkembangan fintech-fintech ilegal di Indonesia. 

"Ini karena kesenjangan dari kebutuhan pinjaman yang jauh lebih besar dari ketersediaan dana. Sehingga dampaknya FinTech Ilegal jadi marak," katanya.

Dia menilai saat ini perbankan harus lebih aktif menggandeng FinTech karena citra bank yang ketat dalam prosedur peminjaman dana. "Misalnya seperti mahasiswa tentu lebih memilih pinjam duit di FinTech karena lebih mudah prosesnya. Sebaiknya bank menggandeng FinTech," tambahnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD