IDXChannel - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencapai kesepakatan dengan Lippo Group untuk memulai pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi.
Proyek yang digadang-gadang mendukung target program tiga juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini rencananya dimulai pada Maret 2026.
Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) mengatakan kesepakatan dimulainya proyek setelah dilakukannya pertemuan kementerian dengan pihak pengembang yang berlangsung pada Kamis (19/2/2026).
“Rencana 8 Maret, kami akan lakukan groundbreaking di lokasi lahan Meikarta yang akan dibangun rusun subsidi. Ini bagian dari percepatan dan terobosan yang sedang kita lakukan,” kata Ara dalam keterangan resmi, Jumat (20/2/2026).
Ara menyampaikan bahwa sebelum pembangunan dimulai, Kementerian PKP bakal melakukan sejumlah langkah strategis, termasuk memahami kebutuhan dan preferensi konsumen melalui survei dengan metodologi yang baik dan benar.
"Kami ingin memahami bagaimana kemauan konsumen. Karena itu, akan dilakukan survei dengan metodologi yang tepat dan sampling yang benar agar produk rusun subsidi ini benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Selain itu, Ara menekankan pentingnya kesiapan ekosistem pendukung hunian. Dia menekankan rusun subsidi ini tidak sebatas bangunan, tetapi harus didukung lingkungan yang layak dan produktif bagi penghuninya.
"Kami juga akan melakukan survei terhadap ekosistem sekitar, seperti ketersediaan sekolah, rumah sakit, pasar, tempat kerja, hingga akses transportasi,” katanya.
Ara menambahkan soal data BP Tapera, yang dalam lima tahun terakhir pembiayaan rusun subsidi hanya terealisasi sebanyak 140 unit. Jumlah ini sangat minimalis sehingga mesti ditingkatkan kuantitasnya.
"Dengan arahan Presiden Prabowo, kita harus melakukan terobosan. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan Meikarta untuk menjadi rusun subsidi dengan target bisa mencapai 141.000 unit,” ucap dia.
Di kawasan Meikarta disiapkan tiga lahan seluas total 30 hektare, dengan lokasi pertama seluas 10 hektare yang akan dibangun 18 tower setinggi 32 lantai. Setiap tower direncanakan memiliki sekitar 2.300 unit, sehingga pada tahap awal akan tersedia sekitar 47.000 unit, dan secara keseluruhan ditargetkan mencapai 141.000 unit rusun subsidi.
Pembangunan rusun subsidi Meikarta akan dilakukan dalam empat tahapan, dimulai dengan land clearing, dilanjutkan pemasangan tiang pancang pada 8 Maret 2026, pembangunan struktur ke atas pada 17 Agustus 2026, hingga serah terima kunci yang ditargetkan pada 8 Agustus 2028.
(Febrina Ratna Iskana)