"Kita akan lakukan uji coba, ini akan kita lakukan secara end to end, dari mulai download sampai pembayaran diterima oleh BUJT maupun RITZ, kita akan lakukan pra uji coba, salah satunya RITS sesuai kontrak menyiapkan TOR uji coba," tambahnya.
Sebagai informasi, perusahaan asal Hungaria Roatex Ltd. Zrt, melalui PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) berinvestasi Rp4,5 triliun di Indonesia dengan skema KPBU untuk mengembangkan teknologi tol nir sentuh. Proyek ini diinisiasi pada saat kunjungan Perdana Menteri Hungaria, Mr. Victor Orbán ke Indonesia pada 2016.
Sistem MLFF ini menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan melakukan transaksi melalui aplikasi khusus jalan tol di smartphone. Selanjutnya GPS akan menentukan lokasi yang dideterminasi oleh satelit dan proses map-matching akan berjalan di central system. Saat kendaraan keluar tol dan proses map-matching berakhir, sistem akan melakukan kalkulasi tarif.
Penggunaan Global Navigation Satellite System (GNSS) banyak diterapkan di negara-negara Eropa Timur termasuk Hongaria. Teknologi ini telah diterapkan selama lebih dari tujuh tahun terakhir di Hongaria, yang dikelola oleh Hungarian Toll Services Company (NUZs).
Dengan diimplementasikannya sistem ini pengendara tidak lagi perlu berhenti dan kendaraan dapat terus berjalan seperti biasa, sehingga tidak ada lagi antrean pada gerbang tol dan mempersingkat waktu tempuh dan efisien.