AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Kepastian Maju Mundur, Dana Untuk Formula E Terancam Ditarik

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Selasa, 14 September 2021 10:23 WIB
Pengesahan P2APBD tahun anggaran 2020 menjadi lampu hijau bagi penyelenggaraan ajang Formula E, namun terancam akan ditarik kembali.
Kepastian Maju Mundur, Dana Untuk Formula E Terancam Ditarik. (Foto: MNC Media)
Kepastian Maju Mundur, Dana Untuk Formula E Terancam Ditarik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pengesahan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Dan Pendapatan Belanja atau P2APBD tahun anggaran 2020 menjadi lampu hijau bagi penyelenggaraan ajang Formula E.

Mengutip Program Power Breakfast IDX Channel, Selasa (14/9/2021), dorongan agar penyelenggaraan ajang tersebut tidak dilaksanakan masih bergulir. Dorongan tersebut terkait anggaran daerah yang dinilai perlu disiapkan untuk mengantisipasi munculnya Covid-19 varian MU.

Sekretaris Jenderal Forum Indonesia Transparansi Anggaran atau Fitra, Misbah Hasan, mengusulkan, Pemprov DKI Jakarta untuk menarik kembali dana yang sudah dibayarkan kepada Formula E Operations atau FEO terkait penyelenggaraan Formula E, jika memungkinkan.

“Ini pastinya mengganggu pola penganggaran APBD DKI. Apalagi APBD DKI masih terkontraksi cukup tajam dari sisi penerimaan daerahnya,” ujar Misbah, dalam pernyataannya, dikutip Selasa (14/9/2021).

Menurutnya, usulan tersebut patut untuk dipertimbangkan mengingat diperlukan kesiapan anggaran sebagai langkah antisipasi gelombang Covid-19 berikutnya di ibu kota seiring dengan munculnya varian MU.

Menurut Misbah, pembatalan ajang Formula E risikonya terhadap pemborosan anggaran dinilai lebih kecil dibandingkan dengan terus menerus menyetorkan uang kepada penyelenggara. Ditambah lagi, keuntungan yang bisa diperoleh dari ajang tersebut belum jelas.

Dia memperkirakan, penyelenggaraan Formula E di DKI Jakarta tidak akan memberi keuntungan ekonomi yang memadai. Sebab, dunia internasional sampai saat ini masih ragu-ragu untuk masuk ke Indonesia karena pandemi.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK perwakilan DKI Jakarta mencatat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah membayar Rp983,31 miliar rupiah kepada FEO. Sebanyak 33 anggota DPRD DKI Jakarta resmi mengajukan hak interpelasi kepada gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait gelaran balapan mobil listrik Formula E tahun depan. Hak interpelasi itu diajukan kepada Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. (FIRDA/TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD