AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Kesal Data Diri Tersebar, Sejumlah Masyarakat Laporkan Praktik Pinjol Ilegal di Sosmed

ECONOMICS
Muhammad Yan Yusuf
Rabu, 15 September 2021 18:50 WIB
Sejumlah masyarakat mulai terganggu dengan hadirnya pinjaman online ilegal saat ini.
Salah seorang yang terjerat pinjol ilegal tengah pusing karena ditagih debt collector (Ilustrasi by Unsplash)

IDXChannel - Sejumlah masyarakat mulai terganggu dengan hadirnya pinjaman online ilegal saat ini. Pasalnya, kerapkali mereka merasa dirugikan karena data identitas mulai tersebar. 

Melalui media sosial Facebook, sejumlah masyarakat yang resah dengan data diri tersebar karena pinjaman online mulai berani melakukan tindakan. Mereka kemudian bergabung dalam grup facebook 'Gerakan Bela Korban Pinjaman Online'.

Grup yang dibuka secara publik itu kini tercatat memiliki anggota 49.962 orang. Beberapa dari mereka mengaku menjadi korban pinjaman online.

Dalam postingannya mereka kemudian mengungkapkan keresahan akan adanya teror dari pinjaman online, mulai data diri yang disebar, kontak di telepon, hingga foto foto. Postingan tentang itu kemudian menyebar luas di dunia maya.

Beberapa nama aplikasi pinjaman online baik yang resmi maupun tak resmi diungkap melalui grup ini. Kebanyakan dari mereka kemudian mengungkapkan keluhan akan pinjaman online.

Seperti yang diungkapkan oleh akun Herry, ia yang memposting pada 12 Februari 2021 mengungkapkan bagaimana debt collector salah satu pinjaman online ini mengancam keluarga mereka.

"Dan selama data bapak masuk di slik OJK semua keluarga bapak tidak akan bisa masuk daftar kerja manapun," kata debt collector itu seperti dalam chating.

Dalam postingannya itu, Herry memperlihatkan bagaimana dirinya diteror melalui postingan chat oleh seorang collector. Dalam chat itu, Herry terlihat menahan emosi sekalipun collector mencecar dan memakinya hingga membawa sanak keluarganya.

Postingan Herry pada grup itu pun kemudian telah dikomentari oleh 132 komentar warganet. Beberapa diantaranya terlihat kesal dengan tingkah debt collector yang menjelekkan dan mengancam dirinya dan keluarga.

Kondisi lebih aneh dialami seorang pengguna facebook lainnya, Fuad Kamaludin yang mengakui dirinya diteror oleh pinjaman online resmi. Ancaman dilakukan oleh seorang debt collector melalui ponsel pribadinya.

"Sorry Melenceng Min,Ko Saya Dapet Beginian Ya Padahal Belom Pernah Make Aplikasi pinjaman online apalagi make akun Akulaku??," tutur Fuad.

Selain itu dalam postingan itu juga memperlihatkan tagihan dilakukan oleh Collector yang terlihat merupakan lelaki berwajah garang. Mereka kemudian melakukan teror mulai dari berkata kasar dan mengancam.

Dalam postingan itu pula memperlihat beberapa topik yang dibahas dalam grup itu, salah satunya mengenai #BubarkanOJK yang telah diposting 81 kali pada postingan grup ini.

Meski demikian, melalui grup ini diceritakan bagaimana cara menghadapi sejumlah orang dalam menghadapi beberapa tagihan atau tunggakan pinjaman online serta menghadapi debt collector. (NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD